Masih Diliputi Sentimen Positif, Rupiah Bergerak Naik ke Level Rp14.010/USD

Rupiah - www.cnnindonesia.comRupiah - www.cnnindonesia.com

Jakarta – Kurs dibuka menguat sebesar 21,5 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp14.010 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (24/10). Kemarin, Rabu (23/10), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi 9 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.032 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau sedikit terkoreksi. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan melemah 0,03 persen ke level 97,4966 lantaran para pelaku kini tengah mencerna perkembangan dari ketidakpastian kondisi .

Pada Rabu (23/10), para pemimpin Uni Eropa mempertimbangkan apakah hendak memberikan Inggris perpanjangan Brexit selama 3 bulan. Perdana Inggris Boris Johnson mengungkapkan, jika mereka melakukannya maka ia akan mengadakan pemilihan pada hari Natal. Presiden Parlemen Eropa (EP) David Sassoli mengungkapkan bahwa penundaan baru untuk batas waktu Brexit “di atas meja,” demikian seperti dilansir Antara.

“Setelah pemungutan suara Parlemen Inggris untuk memberikan lebih banyak waktu guna memeriksa perincian perjanjian penarikan dan keputusan Perdana Menteri Boris Johnson untuk menunda RUU setelah pemungutan suara, permintaan Inggris untuk perpanjangan hingga 31 Januari tetap di atas meja,” ucapnya.

Akan tetapi, masih banyak rintangan yang ada dan kemampuan Johnson untuk mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa hingga 31 Oktober masih diragukan, terutama usai parlemen menolak jadwal waktu 3 hari untuk memberlakukan persetujuan.

Rupiah sendiri berhasil melanjutkan penguatannya di tengah lemahnya dolar AS dan ekspektasi penurunan suku bunga. Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail Zaini, kemungkinan memangkas suku bunga acuannya cukup tinggi bulan ini. “Federal Fund Rate (FFR) yang berpotensi kembali turun membuat pelaku pasar cenderung mengincar investasi yang mampu memberikan imbal hasil tinggi,” katanya seperti dilansir Kontan.

Mikail juga menambahkan, salah satu investasi yang memberi hasil imbal hasil tinggi adalah obligasi pemerintah. Hari ini Mikail memprediksi rupiah akan kembali menguat karena suku bunga BI diperkirakan turun. “Di sisi lain, penurunan suku bunga bisa mendorong pertumbuhan dan mendorong pasar saham dan obligasi jadi semakin atraktif maka asing akan terus beli portofolio dalam negeri,” ungkapnya.

Loading...