Kurs Rupiah Tertekan Sejumlah Data Ekonomi AS Yang Positif

www.liputan6.com

Jakarta – Berdasarkan data dari Index, rupiah dibuka 21 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp 13.485 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (6/10). Kemarin, Kamis (5/10), Garuda berakhir menguat 0,10 persen atau 13 poin ke level Rp 13.464 per AS usai diperdagangkan antara rentang angka Rp 13.444 hingga Rp 13.490 per AS.

Indeks yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama dilaporkan menguat 0,53 persen menjadi 93,957 di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB lantaran para pelaku kini tengah mempertimbangkan sejumlah data Amerika Serikat yang positif.

Menurut laporan Departemen AS, Kamis (5/10), dalam pekan yang berakhir (30/9), angka pengangguran secara musiman turun 12.000 dari tingkat minggu sebelumnya yang tidak direvisi menjadi 260.000, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 265.000. Rata-rata pergerakan 4 minggu mencapai 268.250, turun 9.500 dari rata-rata pekan lalu yang tidak direvisi sebesar 277.750.

Kemudian Departemen Perdagangan melaporkan pesanan baru Amerika Serikat untuk barang-barang manufaktur selama periode Agustus 2017 juga dilaporkan naik dalam 2 dari 3 bulan terakhir, yakni naik sebesar 5,4 miliar dolar AS, atau 1,2 persen menjadi 471,7 miliar dolar AS, melebihi konsensus pasar. Selain itu juga dilaporkan bahwa defisit barang dan jasa menginjak angka USD 42,4 miliar pada Agustus 2017, turun USD 1,2 miliar dari tingkat yang direvisi bulan Juli 2017.

Sejumlah analis beranggapan bahwa data ekonomi saat ini membaik karena prospek kebijakan pemotongan pajak AS yang dicanangkan oleh Donald Trump telah memberikan suntikan positif bagi the Greenback untuk melaju di zona hijau selama beberapa pekan belakangan ini. Sedangkan dari dalam negeri, kurs rupiah diprediksi masih berpeluang untuk menguat berkat dukungan sentimen domestik.

Analyst Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto menjelaskan bahwa rupiah akan menguat lantaran investor masih akan merespons positif kondisi ekonomi Indonesia yang berada pada taraf stabil. “Potensi penguatan rupiah didorong oleh fokus pasar terhadap rilis data cadangan devisa negara oleh (BI). Apabila nilai cadangan devisa Indonesia terus melanjutkan tren kenaikan, posisi nilai tukar rupiah akan kembali terapresiasi terhadap dollar Amerika Serikat,” kata Ekonom & Foreign Exchange Trader Bank Bukopin, Ridho Ramadhan, seperti dilansir Kontan.

Loading...