Kurs Rupiah Tertekan ke Level Rp 13.310 di Awal Perdagangan

rupiah melemah

Jakarta dibuka melemah 13 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp 13.310 per pada awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (7/6). Sebelumnya mata uang Garuda ditutup melemah 0,14 persen atau 19 poin ke level Rp 13.297 per AS usai diperdagangkan antara Rp 13.278 hingga Rp 13.299 per AS.

Sementara itu indeks dolar AS melemah 0,18 persen menjadi 96,622 di akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB. Dolar AS melemah dikarenakan ketidakpastian politik di Amerika Serikat yang terus menimbulkan kekhawatiran para .

Mantan Direktur FBI, James Comey dijadwalkan bersaksi pada Kamis (8/6) besok di Capitol Hill. Menurut para analis, investor kini tengah berhati-hati sambil menanti kesaksian Comey perihal dugaan Trump yang memintanya menghentikan penyelidikan FBI ke mantan penasihat keamanan nasional, Michael Flynn. “ memantau agenda penting pada Kamis, dengan berlangsungnya pertemuan ECB, pemilu Inggris, dan kesaksian Comey,” kata Ken Cheung, ahli strategi Mizuho Bank di Hong Kong.

Sedangkan Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada menuturkan jika sentimen positif dari perkiraan adanya potensi investasi masuk ke mencapai 700 miliar rupanya tak direspons oleh pasar. “Kemungkinan pelaku pasar kembali mencermati sentimen terutama antisipasi jelang pertemuan FOMC, sehingga laju rupiah berbalik melemah,” tutur Reza.

Pelaku pasar juga merespons negatif pernyataan Gubernur Bank Indonesia yang memprediksi bahwa Indonesia berkisar antara 5,1 persen hingga 5,5 persen atau lebih rendah dibandingkan asumsi pemerintah sekitar 5,4 persen hingga 6,1 persen.

“Padahal, di sisi lain laju USD sedang tertekan ke level terendah dalam enam pekan terakhir, terhadap mata uang yen, setelah terimbas sentimen Pemilu Inggris, pertemuan bank sentral Eropa ECB, dan testimoni mantan direktur FBI James Comey di Senat,” tandasnya.

Loading...