Seharian Bergerak di Zona Merah, Rupiah Berhasil Rebound Tipis di Penutupan

Rupiah - tandichen.blogspot.comRupiah - tandichen.blogspot.com

Jakarta – Rupiah bertengger di angka Rp14.407,5 per dolar AS, menguat tipis sebesar 2,5 poin atau 0,02 persen di penutupan sesi Jumat (19/3) sore, menurut data dari Index. Sepanjang perdagangan hari ini rupiah terus terpuruk di zona merah, namun pada akhirnya berhasil rebound di penutupan.

Sementara itu, JISDOR melemah ke Rp14.476 per dolar AS, turun 0,44 persen dibandingkan dengan Rp14.412 per dolar AS pada sesi sebelumnya. Rupiah sendiri terpantau hanya setingkat lebih baik dibandingkan won Korea Selatan yang menjadi mata uang dengan penurunan paling besar di Asia terhadap dolar AS.

Nilai tukar rupiah tertekan seiring dengan kembali naiknya imbal hasil (yield) Amerika Serikat. “Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama sepekan mengalami yang cenderung meningkat dan konsisten ditutup di atas Rp14.400 selama empat hari berturut-turut, meski kemarin sedikit terapresiasi,” tutur analis Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Jumat (19/3), seperti dilansir Antara.

Lebih lanjut Rully memaparkan, gerak rupiah hari ini dipengaruhi oleh dan domestik. Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) yang kemarin kembali menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate juga telah diantisipasi oleh pasar. “Kami memperkirakan masih belum akan ada perubahan suku bunga kebijakan BI7DRR sampai dengan akhir tahun 2021 ini. Sementara itu di pasar obligasi, imbal hasil SBN kemarin naik 3 bps ke 6,78 persen,” jelas Rully.

Di sisi lain, dolar AS berhasil rebound karena ditopang oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang berada di level tertinggi 1,74 persen sejak Januari 2020. The Fed pun merevisi perkiraan Amerika Serikat lebih tinggi, yaitu sebesar 6,5 persen pada 2021 dan 3,3 persen pada 2022.

Sedangkan tingkat pengangguran di Amerika Serikat pun diprediksi turun jadi 4,3 persen pada 2021 dan 3,7 persen pada 2022. Gubernur Federal Reserve Jerome Powell berjanji untuk tetap memertahankan suku bunga rendah mendekati nol dan akan terus melakukan program pembelian surat utang tiap bulan sebesar 120 miliar dolar AS.

Loading...