Kurs Rupiah Sepekan Terakhir Stagnan Di angka 13.800an

Kurs kini melemah dari yang sebelumnya Rp13.801/US$ menjadi Rp13.834/US$. Menurut Chairul Tanjung – Pengusaha pemilik CT Corp – perekonomian Indonesia terjadi dari sektor pertumbuhan ekonomi, tingkat , dan kurs .

Kurs rupiah sepanjang pekan belum mengalami perubahan grafik yang signifikan, dari pekan lalu Rp13.801/US$ ke level Rp13.834/US$. Sejak awal tahun 2015, rupiah telah 10,45%.

Di Indonesia sendiri nilai tukar mata rupiah menguat 12 poin ketika Indonesia menetapkan kurs tengah di level Rp13.833/US$, menguat 12 poin atau 0,09% dibandingkan kurs sebelumnya (03/12). Level tersebut sama dengan Jakarta Interbank spot dollar rate ().

Penyebab kurs rupiah yang tidak stabil karena faktor eksternal yaitu krisis . Salah satunya adalah karena menguatnya dollar sampai spekulasi perusahaan yang melakukan aksi beli dollar sebelum akhir tahun.

Kekhawatiran yang muncul akibat penguatan dollar Amerika Serikat karena meningkatnya data ekonomis. Faktor lain, yakni Great Rotation atau perputaran uang dimana dana asing dalam beredar kembali masuk ke AS dan dipengaruhi faktor internal ekonomi domestik. Saat ini ekonomi dalam negeri masih bertumpu pada sektor ekspor komoditas dan konsumsi belanja rumah tangga.

Menurut Chairul Tanjung, kurs rupiah dapat dikendalikan dengan menekan inflasi. Sehingga, diharapkan berani menurunkan suku bunga untuk mendukung perekonomian Indonesia. “Khawatir AS melalui The Fed-nya menaikkan suku bunga, akan berpengaruh pada kebijakan Bank Indonesia.” kata Chairul Tanjung sebagaimana dikutip Solopos. [mcn]

Loading...