Makin Berjaya, Rupiah Pagi Ini Menguat ke Level Rp13.930/USD

Rupiah - spiritriau.comRupiah - spiritriau.com

Jakarta rupiah mengawali pagi hari ini, Jumat (13/9), dengan penguatan cukup signifikan sebesar 64 poin atau 0,46 persen ke posisi Rp13.930 per AS. Sebelumnya, Kamis (12/9), Garuda berakhir terapresiasi 66 poin atau 0,47 persen ke level Rp13.994 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun sebesar 0,34 persen lantaran para pelaku saat ini masih mencerna sejumlah utama Amerika Serikat dan juga hasil keputusan terbaru dari Bank Sentral Eropa (ECB) yang memangkas suku bunga acuannya.

Seperti dilansir Xinhua melalui Okezone, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan bahwa klaim pengangguran awal mengalami penurunan sebesar 15.000 menjadi 204.000 dibandingkan pekan sebelumnya. Angka tersebut rupanya mencapai level terendah selama 5 bulan terakhir dengan rata-rata pergerakan 4 minggu turun ke level 212.500 atau turun sebesar 4.250 dibandingkan level pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, ECB memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 10 basis poin menjadi minus 0,5 persen dan meluncurkan program pembelian obligasi secara besar-besaran guna menunjang perekonomian zona euro yang dikabarkan sedang lesu.

Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, penguatan rupiah ini berkat sentimen positif kondisi perang dagang antara AS dengan China yang kembali mereda. Pasalnya, China telah mengeluarkan 16 barang yang diimpor oleh AS dari daftar barang yang dikenai biaya impor dari China. Alhasil Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun membalas dengan menunda pengenaan impor. “Rencana awalnya yang diberlakukan pada 15 September diundur menjadi 15 Oktober,” jelas Lana, seperti dilansir Kontan.

Senada, Direktur Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa rencana Trump menunda kenaikan tarif impor tersebut karena adanya permintaan dari Wakil Perdana Menteri China, Liu He dan sehubungan dengan menjelang hari jadi Republik Rakyat China ke-70 tahun. “Langkah ini meredakan ketegangan antara kedua belah pihak saat mereka bersiap untuk pembicaraan langsung di Washington bulan depan,” imbuh Ibrahim.

Dari dalam negeri, Bappenas kabarnya juga tengah menyusun rencana pengembangan 10 kota metropolitan baru guna mendukung pertumbuhan 5,7 persen sebagai target jangka panjang. “Oleh sebab itu, saat ini pemerintah menyusun road map rencana pembiayaan yang akan ditawarkan kepada pihak swasta untuk terlibat dalam pembiayaan,” tandas Ibrahim.

Loading...