Konflik Dagang AS-China Reda, Rupiah Melaju 15 Poin di Pembukaan

Rupiah - harianjogja.bisnis.comRupiah - harianjogja.bisnis.com

Jakarta – Rupiah dibuka menguat sebesar 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.140 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (6/9). Sebelumnya, Kamis (5/9), Garuda berakhir terapresiasi 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.155 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,04 persen pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB lantaran permintaan safe haven yang rendah. Akan tetapi, dolar AS melemah terbatas karena masih tertolong oleh sejumlah data ekonomi yang , terutama di Amerika Serikat dan sektor .

Menurut prosesor penggajian ADP, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat telah mempekerjakan 195.000 pekerja pada Agustus 2019, lebih dari kenaikan sebesar 158.000 pekerja yang diprediksi oleh para analis dari hasil survei Reuters. Sementara itu, para pelaku pasar saat ini sedang menanti laporan gaji bulanan pemerintah yang bakal dirilis pada Jumat pukul 08.30 pagi atau 12.30 GMT waktu setempat. Hal itu sekaligus menjadi konfirmasi terkait ketahanan di pasar tenaga kerja.

Di sisi lain, konflik dagang antara Amerika Serikat dengan China kembali mereda lantaran kedua belah pihak pada Kamis (5/9) sepakat untuk melakukan pembahasan lebih lanjut terkait perdagangan pada awal Oktober 2019 mendatang di Washington. Hal tersebut sekaligus memunculkan harapan ekonomi terbesar dunia dapat segera mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan konflik perdagangan di antara mereka.

“Itu sangat positif karena telah begitu kacau bagi pasar dalam beberapa bulan terakhir akibat perang perdagangan,” ujar Minh Trang, pedagang mata uang senior di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California, seperti dilansir Antara.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri berpendapat, meredanya tensi perdagangan ini juga mendorong para untuk kembali optimis dan menjual aset dolar AS mereka untuk dialihkan ke mata uang emerging market seperti rupiah. Hal itulah yang ditengarai membuat rupiah menguat beberapa hari belakangan. “Ada sedikit tekanan yang berkurang dari tensi perang dagang,” ucap Reny, seperti dilansir Kontan.

Loading...