Pasar Nantikan Hasil Rapat The Fed, Rupiah Bergerak di Zona Hijau

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (11/12), dengan penguatan sebesar 4 poin ke level Rp14.016 per AS. Sebelumnya, Selasa (10/12), kurs Garuda berakhir terdepresiasi 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp14.020 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS melemah terhadap euro usai survei sentimen Jerman yang lebih baik dari prediksi sehingga mengatrol mata uang bersama. Sedangkan pound sterling mencapai level tertinggi 8 bulan terhadap dolar AS menjelang pemilihan umum Inggris 12 Desember 2019.

Euro naik 0,28 persen menjadi 1,1093 dolar usai indeks bulanan lembaga penelitian ZEW terkait moral ekonomi di antara Jerman menunjukkan mood meningkat melebihi perkiraan pada Desember 2019, dengan kenaikan yang tak terduga pada ekspor Oktober, sehingga meningkatkan harapan untuk peningkatan ekonomi Jerman.

“Pembacaan ekspektasi ZEW Jerman berubah tajam menjadi positif kemungkinan mengindikasikan bahwa sentimen sudah berada di posisi terendah. Penilaian saat ini masih sangat dalam di wilayah negatif tetapi memang meningkat dan mengalahkan harapan,” ujar Edward Moya, analis senior di OANDA, seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, gerak pasar mata uang pada Selasa (10/12) berhasil teredam lantaran investor tengah menanti perkembangan pertemuan bank sentral di Amerika Serikat dan Eropa, serta batas waktu 15 Desember untuk AS berikutnya pada barang-barang impor China. “Dolar dalam kisaran yang ketat, yang merupakan hal normal baru,” kata John Doyle, wakil presiden bidang transaksi dan perdagangan, di Tempus Inc di Washington.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil di angka 5% dan rendahnya inflasi menjadi faktor yang mendukung rupiah di tengah kenaikan dolar AS. Dolar AS sendiri dilaporkan menguat usai data tingkat pengangguran bulan November turun dari 3,6% jadi 3,5% dan data tenaga kerja sektor non pertanian naik 266.000

Para pelaku pasar kini juga tengah mencermati FOMC Meeting yang diselenggarakan 11 Desember 2019. “Pernyataan The Federal Reserve usai FOMC mengenai arah kebijakan di tahun depan juga masih dinanti pelaku pasar,” ujar Josua, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...