BI Diprediksi Tahan Suku Bunga, Rupiah Melaju ke Zona Hijau di Pembukaan

Rupiah - starberita.comRupiah - starberita.com

Jakarta Garuda mengawali pagi hari ini, Kamis (22/8), dengan penguatan sebesar 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.230,5 per dolar AS. Kemarin, Rabu (21/8), berakhir terapresiasi 24 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.244 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,12 persen menjadi 98,3038 di tengah penurunan pound sterling Inggris lantaran para pelaku pasar sedang berhati-hati terkait jalur potensial untuk .

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menegaskan Brexit dengan kesepakatan, namun berbeda dalam pendekatan. Sebelumnya, Johnson sempat mengatakan bahwa ia percaya dengan apa disebut dengan backstop, suatu pengaturan dalam kesepakatan penarikan yang dirancang untuk menghindari perbatasan keras di pulau Irlandia, memiliki kekurangan, kekurangan besar dan oleh karena itu harus dihapus.

Sedangkan Merkel menuturkan, backstop tersebut hanya sebagai aturan transisi untuk masalah Irlandia yang belum terselesaikan. Sejauh ini telah diasumsikan jika solusi akhir akan ditemukan dalam 2 tahun mendatang. Johnson pun kembali menyerukan perundingan untuk perjanjian Brexit antara Inggris dan Uni Eropa supaya Inggris tak meninggalkan blok tersebut tanpa kesepakatan pada 31 Oktober 2019 mendatang, demikian seperti dilansir Antara.

Dari dalam negeri, pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank (BI) yang akan diumumkan pada Kamis (22/8). “Pasar menantikan rapat bulanan Bank (BI),” kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim, seperti dilansir Kontan.

Ibrahim memprediksi BI masih akan menahan suku bunga acuannya untuk bulan ini di level 5,75 persen. Ia juga berpendapat bahwa BI akan berhati-hati dengan kondisi saat ini. “BI diperkirakan akan berhati-hati sambil terus mengamati kondisi akibat perang dagang yang kemungkinan masih akan terjadi sampai tahun 2020,” ungkap Ibrahim.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan, hari ini rupiah kemungkinan akan menguat tipis, didorong oleh sentimen hasil RDG BI. Pasalnya sementara ini masih belum ada data lainnya yang dapat memengaruhi gerak rupiah. “Satu-satunya sentimen besok (hari ini) cuma hasil RDG,” tandasnya.

Loading...