Dibuka Stagnan, Rupiah Berhasil Merangkak ke Zona Hijau

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

Jakarta dibuka relatif stagnan di level Rp14.160 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (5/9). Tak lama kemudian, rupiah merangkak naik tipis sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp14.157,5 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,55 persen menjadi 98,4505, seperti dilansir Xinhua melalui Antara. Di sisi lain pound sterling bergerak naik berkat rancangan undang-undang untuk mencegah tanpa kesepakatan pada akhir Oktober 2019 mendatang, sehingga mampu meredam kekhawatiran terhadap kondisi Inggris di masa yang akan datang.

Dolar AS sendiri mengalami koreksi akibat rilis sejumlah ekonomi yang kurang , sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kinerja ekonomi Amerika Serikat. Sebagai informasi, lembaga riset swasta Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa sektor manufaktur Amerika Serikat mengalami kontraksi pada Agustus 2019 lalu. Adapun Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor manufaktur AS pada Agustus berada di angka 49,1 persen, lebih rendah 2,1 poin persentase dibandingkan bulan Juli, demikian seperti rilis Manufacturing ISM Report On Business pada Selasa (3/9).

Akibat data manufaktur AS yang tidak sesuai dengan ekspektasi, rupiah pun bergerak menguat. Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, indeks manufaktur China yang digambarkan pada Caixin manufacturing PMI justru naik ke posisi 50,4, lebih tinggi dibandingkan perkiraan pasar di angka 49,8. Data itulah yang kata Josua ikut menopang laju rupiah di pasar spot.

Rupiah juga disebut-sebut menguat berkat sentimen positif dari Hong Kong. Kemarin dilaporkan bahwa pemerintah Hong Kong sepakat untuk mencabut undang-undang ekstradisi yang selama ini tak disetujui oleh warga Hong Kong, sehingga menimbulkan aksi demo besar-besaran. “Kepastian kondisi di Hongkong memberi sentimen positif bagi pasar keuangan negara berkembang, termasuk rupiah,” kata Josua, seperti dilansir Kontan.

Dari dalam negeri juga didukung oleh pernyataan Bank Indonesia (BI) yang mengatakan bahwa ruang pemangkasan rupiah masih terbuka lebar dalam waktu dekat. Pada hari ini gerak rupiah diprediksi akan terpengaruh oleh sejumlah pidato dan juga neraca dagang AS.

Loading...