Dolar AS Tekan Euro, Rupiah Naik Tipis di Pembukaan

Rupiah - nusantara.newsRupiah - nusantara.news

Jakarta dibuka menguat sebesar 2,5 poin atau 0,02 persen ke level Rp13.636,5 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (24/1). Kemarin, Kamis (23/1), Garuda berakhir terapresiasi 7 poin atau 0,5 persen ke posisi Rp13.639 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terpantau menguat terhadap euro pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB usai Bank Sentral Eropa (ECB) menahan suku bunganya dan merilis tinjauan luas kebijakannya yang cenderung melihat presiden baru Christine Lagarde mendefinisikan kembali tujuan utama ECB dan bagaimana cara mencapainya.

“ECB mempertahankan kebijakan dan pedoman tidak berubah pada pertemuan hari ini, dengan ECB masih berpendapat bahwa situasi keseluruhan membenarkan lingkungan tingkat negatif dan masih menekankan bahwa bank tetap siap untuk menyesuaikan semua tindakan jika perlu, dengan keseimbangan risiko masih condong ke arah sisi penurunan,” ujar Direktur Eropa Natascha Gewaltig di Action Economics, seperti dilansir Antara.

ECB gagal meraih target sedikit di bawah 2 persen selama bertahun-tahun, bahkan setelah pendahulu Lagarde, Mario Draghi, melakukan berbagai stimulus yang agresif. “Kami tidak akan membiarkan sela apapun terlewat dan bagaimana kami mengukur jelas merupakan sesuatu yang perlu kita perhatikan,” papar Lagarde.

Di sisi lain, Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan memperkirakan jika kurs rupiah masih berpeluang untuk menguat di perdagangan hari ini usai Bank (BI) kemarin mempertahankan suku bunga acuannya di angka 5 persen. Namun pada hari ini gerak rupiah kemungkinan besar dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

“Dari sisi eksternal, dunia jangan sampai semakin terguncang akibat wabah Corona. Karena bila masih relatif stabil, pelaku akan tetap memegang rupiah sekaligus menjaga pergerakannya,” kata Yudi, seperti dilansir Kontan.

Sedangkan ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih justru berpendapat jika hari ini tak ada sentimen yang terlalu signifikan untuk rupiah, baik sentimen internal dan juga eksternal. “Besok dari luar belum ada rilis data. sementara dari dalam negeri cuma ada soal suku bunga acuan yang sebenarnya sudah diduga pasar. Tapi rupiah akan cenderung menguat kalau dilihat dari sisi teknikal,” jelas Lana.

Loading...