Belum Mampu Bangkit, Rupiah Lagi-Lagi Terpuruk di Zona Merah

Rupiah - beritakompas.comRupiah - beritakompas.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 55 poin atau 0,33 persen ke level Rp16.505 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (2/4). Kemarin, Rabu (1/4), Garuda mengakhiri perdagangan dengan pelemahan sebesar 140 poin atau 0,86 persen ke posisi Rp16.450 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,5 persen menjadi 99,528 karena kini sedang bersiap menghadapi salah satu kontraksi terburuk selama beberapa dekade ketika dunia sedang bertarung melawan pandemi (Covid-19).

“Dolar bekerja dengan baik dalam resesi . Kami pikir virus ini akan menyebabkan resesi sehingga dolar akan baik-baik saja,” ujar Momtchil Pojarliev, kepala mata uang di BNP Asset Management di New York, seperti dilansir dari Antara.

Kekhawatiran pasar semakin besar usai konferensi pers dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (31/1) malam. Trump memperingatkan bahwa warga AS akan menghadapi kondisi yang menyakitkan selama 2 minggu ke depan dalam upaya memerangi pandemi virus corona, dengan cara menjaga jarak sosial (social distancing) yang lebih ketat.

Menurut para analis, tindakan terkoordinasi oleh bank-bank sentral untuk meningkatkan pasokan dolar AS berhasil membantu meredakan yang ekstrem. Namun pasar uang masih membutuhkan waktu untuk pulih.

Sementara itu, data AS menunjukkan bahwa pekerjaan sektor swasta yang hilang pada Maret 2020 jauh lebih rendah dibanding perkiraan, tidak benar-benar mengubah sentimen lantaran survei dilaksanakan pada pertengahan Maret, sehingga tak menangkap dampak penuh dari virus corona. Pada Rabu (1/4), Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan bahwa penggajian (payrolls) di sektor swasta turun 27.000 pekerjaan pada bulan lalu, sekaligus menunjukkan penurunan pertama sejak September 2017, dibanding perkiraan 150.000 kehilangan pekerjaan.

Di sisi lain, Ekonom Pefindo Fikri C Permana memprediksi bahwa rupiah hari ini akan sedikit terapresiasi karena didukung dengan adanya ruang bagi rupiah untuk menguat di tengah tren dolar AS yang berpotensi melemah. “Melihat rentang tengahnya rupiah kemungkinan akan sedikit terapresiasi. Potensi penguatan rupiah dikarenakan indeks dolar AS yang saat ini berada dalam tren tertekan, diikuti dengan pergerakan harga minyak dunia yang masih melorot,” kata Fikri, seperti dilansir Kontan.

Loading...