Masih Loyo, Kurs Rupiah Hari Ini Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

rupiah - banjarmasin.tribunnews.comrupiah - banjarmasin.tribunnews.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Jumat (6/3), dengan pelemahan sebesar 24 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.199 per dolar AS. Sebelumnya, Kamis (5/3), Garuda berakhir terdepresiasi 62,5 poin atau 0,44 persen ke level Rp14.175 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS melorot 0,8 persen jadi 96,639, level terendah 2 bulan. Penurunan dolar AS ini diakibatkan para investor yang bertaruh Federal Reserve akan kembali menurunkan lebih lanjut usai pemangkasan sebesar 50 basis poin pada pekan ini dalam langkah darurat untuk melindungi kondisi dari dampak .

Pasar memprediksi akan adanya pemotongan sebesar 25 basis poin lagi dari kisaran target saat ini, 1,00 persen hingga 1,25 persen pada pertemuan The Fed berikutnya pada tanggal 18-19 Maret 2020 dan pemotongan 50 basis poin pada April mendatang.

“Pemotongan itu darurat, jadi patut bertanya-tanya, apakah Fed akan menyerang lagi seperti ini atau akankah mereka mengirim telegram ke langkah lain? Sepertinya mereka bersedia membantu pada titik mana pun, sehingga kurangnya kepercayaan terhadap dolar dapat dipahami,” ujar Juan Perez, pedagang valuta asing senior dan ahli strategi di Tempus Inc di Washington, seperti dilansir Antara.

“Wall Street turun hampir tiga persen di tengah jalan, sementara imbal hasil obligasi AS menuju ke posisi terendah sepanjang masa, keduanya bergabung untuk membebani pasangan ini,” imbuh Ronald Simpson, direktur pelaksana analisis mata uang di Action Economics.

Dolar AS hanya mendapat sedikit suntikan sentimen positif dari data yang melaporkan bahwa jumlah orang Amerika Serikat yang mengajukan tunjangan pengangguran turun pada minggu lalu. Hal ini mengindikasikan pasar tenaga kerja ada pada pijakan yang kuat walaupun kini virus corona sedang mewabah.

Rupiah sendiri akhir pekan ini diprediksi kembali melemah terhadap USD. Menurut Analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong, sentimen corona masih bakal jadi penghalang laju rupiah. Tetapi, Lukman tak menutup kemungkinan rupiah akan ada di posisi yang lebih baik kelak. “Memang korona masih tetap dominan. Namun, ke depannya ekspektasi pelonggaran oleh sentral bank dunia termasuk BI akan mempengaruhi pergerakan rupiah,” ujar Lukman, seperti dikutip Kontan.

Loading...