Penemuan Vaksin Corona Turut Menopang Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

Jakarta dibuka menguat sebesar 35 poin ke posisi Rp13.655 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (6/2). Kemarin, Rabu (5/2), Garuda berakhir terapresiasi 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp13.690 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,4 persen menjadi 98,308 lantaran minat terhadap aset berisiko meningkat usai adanya mengenai kemungkinan pengobatan virus corona baru dari serta berkat kenaikan pekerjaan sektor swasta Amerika Serikat.

Sebuah universitas di China kabarnya sudah menemukan obat yang dapat mengobati orang-orang terinfeksi corona, sementara itu para peneliti di Inggris sudah membuat terobosan signifikan dalam menemukan vaksin. Sentimen itu pula yang menyebabkan para kembali memburu aset-aset berisiko. “Ada beberapa optimisme tentang kemungkinan cara untuk mengobati gejala dari virus corona,” ungkap Erik Nelson, ahli strategi mata uang, di Wells Fargo Securities di New York, seperti dilansir Antara.

Sentimen risiko pun membaik usai data penggajian sektor swasta Amerika Serikat mengalami peningkatan 291.000 pada Januari 2020, demikian Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP. Angka tersebut rupanya melampaui ekspektasi kenaikan di angka 156.000 pekerjaan. Kenaikan pekerjaan pada Januari merupakan yang terbesar dari Mei 2015.

Di samping itu, aktivitas sektor -jasa AS juga naik bulan lalu, dengan industri melaporkan peningkatan pesanan baru. Adapun Indeks non-manufaktur Institute for Supply Management (ISM) naik jadi 55,5 bulan lalu, level tertinggi sejak Agustus.

Penemuan vaksin virus corona juga berdampak cukup positif untuk rupiah. Hal ini menurunkan kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona yang dapat memperlambat . Selain itu, rupiah juga ditopang data pertumbuhan ekonomi yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) ada di angka 5,02 persen pada tahun 2019.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, gerak rupiah juga bakal tergantung pada sejumlah data ekonomi AS. “Pelaku pasar menantikan rilis data ekonomi AS seperti mortgage application, ADP employment bulan Januari 2020 dan neraca perdagangan bulan Desember serta data PMI sektor jasa dan PMI composite,” ujar Josua, seperti dilansir Kontan.

Loading...