Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Dibuka Loyo di Awal Perdagangan

Rupiah - tandichen.blogspot.comRupiah - tandichen.blogspot.com

Jakarta – Kurs dibuka melemah 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.120,5 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (5/3). Kemarin, Rabu (4/3), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi 170 poin atau 1,19 persen ke posisi Rp14.113 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,19 persen menjadi 97,315. USD sempat terperosok ke angka 96,926 pada Selasa (3/2) yang menjadi level terendah sejak 8 Januari 2020.

Dolar kembali menguat sehari usai menurunkan darurat yang menghempaskan mata uang tersebut ke posisi terendah delapan minggu. The Fed menggebrak pasar dengan memotong sebesar 50 basis poin ke kisaran target 1,00 persen hingga 1,25 persen, 2 pekan menjelang pertemuan kebijakan yang dijadwalkan secara berkala untuk mengatasi dampak dari .

“Dolar telah menemukan langkahnya setelah fase kinerja yang buruk terhadap euro dan beberapa mata uang utama lainnya,” kata Jonathan Coughtrey, direktur pelaksana di Action Economics, seperti dilansir Reuters melalui Antara.

Data ekonomi terbaru Amerika Serikat pada Rabu (4/3) juga menyumbangkan sentimen positif. Data penggajian (payroll) swasta AS mengalami peningkatan lebih dari ekspektasi pada Februari 2020. Hal ini sekaligus menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja sebelum meningkatnya kekhawatiran resesi belum lama ini yang dipicu oleh corona.

Meningkatnya aktivitas sektor jasa-jasa AS ke level tertinggi 1 tahun pada Februari juga menunjukkan kekuatan yang mendasari dalam perekonomian walaupun ada wabah virus corona. Namun para analis ragu untuk menyatakan ini adalah rebound besar untuk dolar AS. “The Fed masih memiliki ruang lebih banyak untuk memotong suku bunga daripada bank sentral utama lainnya. Apa itu artinya secara fungsional adalah bahwa kerugian dolar sedikit lebih besar,” ujar Karl Schamotta, kepala pasar di Cambridge Payments di Toronto.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan, rupiah kemarin menguat lantaran The Fed memangkas suku bunga acuannya. Aksi profit taking juga menyebabkan rupiah menguat terhadap USD. “Rupiah yang naik ke Rp14.300 per dolar AS jadi level di mana pelaku pasar melepas keuntungan dari posisi rendah rupiah yang sempat berada di Rp13.500 per dolar AS,” ungkap Yudiawan, seperti dikutip dari Kontan.

Akan tetapi, sentimen negatif dari epidemi virus corona masih menghambat gerak rupiah. Menurutnya, apabila kondisi global belum menunjukkan perkembangan positif, maka penguatan rupiah diprediksi masih akan terbatas.

Loading...