Stimulus Keuangan PBoC Bantu Rupiah Menguat di Awal Dagang

Rupiah - manado.tribunnews.comRupiah - manado.tribunnews.com

Jakarta – Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Rabu (5/2), dengan penguatan sebesar 20 poin atau 0,15 persen ke level Rp13.695 per AS. Sebelumnya, Selasa (4/2), mata uang Garuda berakhir terapresiasi 27 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp13.715 per USD.

Di sisi lain, mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss melemah terhadap dolar AS untuk sesi kedua berturut-turut. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS menguat 0,2 persen menjadi 97,952 seiring dengan langkah pemerintah yang berusaha mengendalikan dan membatasi kejatuhan .

Seperti dilaporkan Antara, bank sentral China, People’s Bank of China (PBoC) telah mengalirkan ratusan miliar dolar AS ke dalam pekan ini guna meredam dampak ekonomi yang berpotensi merugikan. Setidaknya dalam 2 hari terakhir, PBoC menyuntikkan dana sebesar 1,7 triliun yuan atau sekitar 242,74 miliar dolar AS lewat operasi terbuka.

“Ada sedikit optimisme tentang injeksi PBoC ke pasar. Ini adalah sinyal kuat bahwa China bersedia mendukung pasar keuangan dalam hal untuk membatasi penularan virus. Tapi ini jangka pendek dan tidak melakukan apa-apa terhadap gangguan rantai pasokan,” ujar Mazen Issa, ahli strategi senior valuta asing di TD Securities, New York.

Mata uang Garuda sendiri berhasil menguat lantaran pasar menyambut langkah-langkah stimulus keuangan yang dilakukan oleh bank sentral China, PBoC. Para investor pun kini cenderung bersikap hati-hati untuk masuk ke pasar keuangan Indonesia sembari menanti data pertumbuhan ekonomi 2019 yang akan dilaporkan pada hari ini, Rabu (5/2).

“Prediksi para analis, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2019 akan kontraksi menjadi 1,67% secara kuartalan. Ini membuat pertumbuhan ekonomi tahun lalu secara keseluruhan 5,035%,” ujar Ibrahim, Direktur TRFX Garuda Berjangka, seperti dilansir Kontan. Oleh sebab itu, Ibrahim memprediksi jika rupiah kemungkinan dapat melemah di perdagangan hari ini. “Tetapi kemungkinan dapat kembali menguat di penutupan,” tandas Ibrahim.

Loading...