The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Bergerak Terbatas Pagi Ini

Rupiah - faktualnews.coRupiah - faktualnews.co

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (30/1), dengan pergerakan yang relatif stagnan di angka Rp13.634 per AS. Kemudian melemah tipis sebesar 0,01 persen atau 1 poin ke posisi Rp13.635 per dolar AS. Kemarin, Rabu (29/1), kurs berakhir terapresiasi 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp13.634 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,01 persen ke posisi 98,0070 usai Federal Reserve memutuskan untuk menahan acuannya tidak berubah.

Komite Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan federal fund rate (FFR) di kisaran 1,5 hingga 1,75 persen. “Bahwa sikap saat ini dari kebijakan moneter sesuai untuk mendukung ekspansi berkelanjutan kegiatan ekonomi, kondisi tenaga kerja yang kuat, dan target inflasi kembali Komite di 2 persen,” demikian bunyi pernyataan , seperti dilansir Xinhua melalui iNews.

The Fed melaporkan bahwa kegiatan ekonomi Amerika Serikat telah mengalami peningkatan di tingkat moderat sejak pertemuan terakhir pada Desember 2019 lalu dengan pengeluaran rumah tangga yang meningkat pada kecepatan sedang, sementara itu tetap dan ekspor tetap lemah. “Komite akan terus memantau implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi, termasuk perkembangan dan tekanan inflasi yang diredam, ketika bank menilai jalur yang tepat dari kisaran target suku bunga dana federal,” imbuh The Fed.

Di sisi lain, kemarin rupiah berhasil rebound tipis karena kekhawatiran terhadap penyebaran virus korona sedikit mereda. Menurut Analis Valbury Asia Futures, Lukman Leong, nilai tukar berbagai valuta asing di dunia kompak mengalami rebound, tak terkecuali dengan rupiah. “Koreksi pasar sudah terlalu besar, jadi ada sedikit rebound,” ujar Lukman, seperti dilansir Kontan.

Josua Pardede Ekonom Bank Permata sependapat. Ia menuturkan, rupiah menguat lantaran kekhawatiran terhadap virus korona saat ini mereda. “Ada studi yang mengatakan dampak virus korona tidak separah SARS,” jelas Josua. Oleh sebab itu, para analis memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak cenderung stabil.

Loading...