Pasar Nantikan Hasil Rapat The Fed, Rupiah Melesat di Awal Dagang

Rupiah - market.bisnis.comRupiah - market.bisnis.com

Jakarta mengawali perdagangan di awal pagi hari ini, Rabu (29/4), dengan penguatan sebesar 90 poin ke level Rp15.355 per AS. Sebelumnya, Selasa (28/4), kurs Garuda berakhir terdepresiasi 60 poin atau 0,39 persen ke posisi Rp15.445 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS terkoreksi 0,15 persen jadi 99,94. Nilai tukar dolar AS telah naik dari 99,00 pada akhir Maret 2020. Pelemahan dolar AS terjadi sehari sebelum akan merampungkan pertemuan kebijakan 2 hari dan menyeimbangkan lagi portofolio menjelang akhir bulan.

Para akan mencermati apakah memberi petunjuk terkait kemungkinan jalannya ke depan usai menanggapi kemunduran akibat virus corona (Covid-19) dengan menurunkan suku bunga, melanjutkan pembelian obligasi dan mendukung kembali pasar kredit.

“Pertemuan bank sentral minggu ini dan penyeimbangan kembali untuk akhir bulan akan membuat sulit untuk membaca pergerakan pasar dalam beberapa hari mendatang. Kami tidak akan menarik terlalu banyak kesimpulan tentang keadaan pasar mata uang selama beberapa sesi berikutnya mengingat percampuran antara penggerak kebijakan dan teknis,” ungkap Mark McCormick, kepala strategi valas di TD Securities di Toronto, seperti dikutip dari Antara.

Dolar AS membalikkan beberapa kerugian sebelumnya usai saham-saham keluar dari posisi tertinggi mereka di tengah kekhawatiran bahwa Covid-19 bisa menyebar lebih jauh dari perkiraan sebelumnya apabila bisnis dibuka lagi lebih awal.

Sementara itu, Analis Monex Investindo Futures Faisyal memprediksi jika rupiah hari ini akan bergerak relatif stabil. Pasalnya, para investor memilih untuk wait and see sembari menanti hasil rapat Federal Reserve yang digelar pada tanggal 28-29 April 2020.

Sedangkan ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, kurs rupiah akan kembali menguat walaupun hanya dalam rentang yang terbatas. “Faktor pendukung bagi rupiah datang setelah kembalinya kepercayaan investor seiring dengan kemungkinan perekonomian global membaik usai semakin banyak negara yang melakukan pelonggaran kebijakan lockdown,” beber Josua, seperti dikutip Kontan.

Loading...