Jumlah Pengangguran AS Meningkat, Rupiah Aman Bertengger di Zona Hijau

Rupiah - finrollnews.comRupiah - finrollnews.com

Jakarta – Kurs rupiah dibuka menguat sebesar 200 poin atau 1,23 persen ke posisi Rp16.105 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (27/3). Kemarin, Kamis (26/3), nilai tukar Garuda mengakhiri perdagangan dengan penguatan cukup tinggi sebesar 195 poin atau 1,18 persen ke level Rp16.305 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS anjlok 1,67 persen ke angka 99,3761, level terendah dalam sepekan belakangan. USD melemah usai kenaikan klaim pengangguran yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga mendorong mengantisipasi bahwa pemerintah Amerika Serikat dan akan mengambil stimulus baru untuk merangsang perekonomian.

Dilaporkan bahwa penduduk AS yang mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran mencetak rekor lebih dari 3 juta pekan lalu, lantaran sejumlah langkah pemerintah untuk menahan pandemi yang mengakibatkan tersebut berhenti tiba-tiba, melepaskan gelombang PHK yang kemungkinan mengakhiri lonjakan lapangan kerja terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat.

“Jumlah itu telah mengirimkan takut di . Jika angka-angka ini berlanjut selama tiga atau empat minggu, akan ada permintaan untuk lebih banyak dukungan fiskal, dan bahkan lebih banyak dukungan moneter dari Fed,” ujar Kepala Strategi Prudential Financial, Quincy Krosby di Newark, New Jersey, seperti dilansir Antara.

Meningkatnya angka pengangguran ini diumumkan tak lama usai Ketua The Fed Jerome Powell menuturkan bahwa AS mungkin berada dalam resesi, namun kemajuan dalam mengendalikan penyebaran virus corona akan menentukan kapan bisa sepenuhnya berjalan lagi.

Di sisi lain, rupiah kemarin mendapat dukungan karena adanya respons positif pasar terhadap kesepakatan kongres AS. Menurut Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf, rupiah menguat karena kembalinya risk appetite pelaku pasar usai paket stimulus AS senilai 2 triliun dolar AS disepakati.

Head of Economics & Research Bank UOB Enrico Tanuwidjaja menambahkan, rupiah melesat karena akumulasi sentimen positif pasar obligasi yang rebound pada Rabu (25/3) ketika pasar sedang libur. “Rupiah rebound untuk mengejar hari kemarin yang tutup,” ungkapnya, seperti dilansir Kontan.

Loading...