Pasca Libur Nyepi, Rupiah Melesat ke Level Rp16.205/USD

Rupiah - ekbis.co.idRupiah - ekbis.co.id

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (26/3), dengan penguatan cukup signifikan sebesar 295 poin atau 1,79 persen ke level Rp16.205 per dolar AS. Sebelumnya, Selasa (24/3), kurs mata uang Garuda berakhir terapresiasi 75 poin atau 0,45 persen ke posisi Rp16.500 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,81 persen jadi 101,87 lantaran rancangan undang-undang stimulus 2 triliun dolar AS membantu meningkatkan risiko dan mengurangi permintaan terhadap mata uang safe haven tersebut.

Saham-saham mengalami peningkatan pada hari kedua saat para senator Amerika Serikat memberi suara untuk paket legislasi bipartisan guna meminimalisir dampak yang rusak akibat pandemi virus corona, berharap hal itu dapat menjadi undang-undang dengan cepat.

Para pelaku pun kemungkinan mengurangi eksposur terhadap dolar AS menjelang dirilisnya klaim pengangguran pada Kamis, yang diprediksi menunjukkan kenaikan karena -perusahaan tutup di seluruh negeri untuk mengurangi penyebaran virus corona.

“Perkembangan hari ini adalah alasan yang baik untuk mengecilkan taruhan bullish pada dolar. Tetapi sentimen masih (untuk dolar) karena ketidakpastian tetap tinggi tentang kerusakan ekonomi dari virus,” ujar Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, di Washington, seperti dilansir Reuters melalui Antara.

Data klaim pengangguran AS pada Kamis (26/3) diprediksi mengalami peningkatan sebesar satu juta, dari 281.000 pada pekan sebelumnya, menurut perkiraan median dari jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom.

Dari dalam negeri, rupiah sendiri diperkirakan dapat bergerak stabil hari ini merespons kongres AS yang sepakat untuk menggelontorkan stimulus secara masif. “Kesepakatan Kongres AS akan membuat likuiditas dollar AS naik dan rupiah bisa bergerak stabil,” ungkap Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail Zaini, seperti dikutip Kontan.

Akan tetapi, Ibrahim Direktur TRFX Garuda Berjangka mengingatkan bahwa jumlah pasien positif corona di Indonesia terus meningkat dan berpotensi memberi sentimen negatif untuk gerak rupiah. “Pasar masih terus memantau yang dilakukan pemerintah terkait perkembangan jumlah pasien positif yang terus meningkat, rupiah berpotensi masih tertekan,” tuturnya.

Loading...