Dolar AS Tergelincir, Rupiah Rebound Tipis di Awal Perdagangan Hari Ini

Rupiah - www.indopos.co.idRupiah - www.indopos.co.id

Jakarta – Kurs dibuka menguat tipis sebesar 1,5 poin atau 0,01 persen ke level Rp13.885 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (26/2). Sebelumnya, Selasa (25/2), Garuda berakhir terdepresiasi 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp13.887 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS jatuh 0,401 persen ke level 98,939 usai mencapai level tertinggi tiga tahun hampir mendekati 100 pada pekan lalu. Penurunan USD ini terjadi di tengah meningkatnya harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas acuan tahun ini guna mengurangi tekanan akibat China.

Ekspektasi bahwa akan menurunkan suku bunga acuan setidaknya sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni 2020 mendatang berada pada 78,3 persen pada Selasa (25/2), menurut FedWatch CME Group. FedWatch CME Group juga menunjukkan peluang sebesar 4,1 persen bahwa suku bunga akan ada di kisaran 150-175 basis poin saat ini pada Desember, turun dari 28,6 persen bulan lalu.

“Potensi kejatuhan ekonomi dari virus yang dapat menggagalkan penopang AS telah mendinginkan reli dolar ke tertinggi tiga tahun dengan memukul imbal hasil surat utang ke posisi terendah multi-tahun dan meningkatkan harapan bagi Federal Reserve untuk memberikan lebih banyak pemotongan suku bunga guna menjaga rekor ekspansi yang panjang,” ujar Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, seperti dilansir Antara.

Menurut Analis Valbury Futures Lukman Leong, potensi melemahnya rupiah pada hari ini masih akan terjadi lantaran sentimen eksternal masih terlalu kuat dan terus menghalangi gerak rupiah selama beberapa hari terakhir. “Rupiah pada esok hari (hari ini) masih akan melemah terbatas karena resistance teknikal. Selain itu, terus beredarnya virus corona ke berbagai baru masih menjadi sentimen eksternal yang memengaruhi pergerakan rupiah besok,” ungkap Lukman, seperti dikutip dari Kontan.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri juga sependapat. Reny mengatakan, virus corona yang masih belum mengalami penyelesaian akan memicu mengalihkan hartanya ke aset safe haven seperti dolar AS. “Dari sisi internal tidak ada katalis yang mungkin bisa menahan pelemahan rupiah. Banjir di Jakarta mengakibatkan volume perdagangan menurun, ini bukan sesuatu yang positif di mata ,” bebernya.

Loading...