Rebound, Pagi Ini Kurs Rupiah Melaju ke Level Rp13.730/USD

Rupiah - www.tangandiatas.comRupiah - www.tangandiatas.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Jumat (21/2), dengan penguatan sebesar 0,15 persen atau 20 poin ke posisi Rp13.730 per AS. Kemarin, Kamis (20/2), Garuda berakhir terdepresiasi 55 poin atau 0,40 persen ke level Rp13.750 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, kurs dolar AS naik 0,30 persen menjadi 99,864, hampir menyentuh 100, level yang tidak tercapai dalam hampir kurun waktu 3 tahun.

Pasar keuangan sedikit bergerak berkat data pengangguran Amerika Serikat. Data terbaru menunjukkan kabar terkait sektor yang kesulitan, dengan data lain yang menunjukkan aktivitas di daerah Mid-Atlantic mencapai level tertinggi tiga tahun pada Februari. Hal ini kemungkinan karena berkurangnya ketegangan dalam perang dagang 19 bulan antara Amerika Serikat dengan China.

Perekonomian Amerika Serikat pun masih menunjukkan semangatnya. Menurut Wakil Ketua Federal Reserve AS Richard Clarida, ia masih optimis terhadap prospek yang menunjukkan sedikit kekhawatiran terhadap wabah , demikian seperti dilansir Antara.

Dari dalam negeri, kurs rupiah kemarin melemah usai penurunan suku Bank Indonesia (BI) 7DRRR. Akan tetapi, menurut Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong efek pelemahan rupiah ini hanya sementara. Terlebih karena pemangkasan suku bunga BI telah diantisipasi sebelumnya oleh para pelaku pasar.

“Secara teori ketika suku bunga turun memang mata uang tersebut jadi kurang menarik, tetapi di tengah kondisi perlambatan ekonomi global, pelaku pasar akan mencerna bahwa penurunan suku bunga akan berdampak positif bagi ekonomi negara tersebut,” ujar Lukman, seperti dilansir Kontan.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menambahkan, diturunkannya suku bunga ini adalah langkah untuk mengantisipasi dampak pelemahan kondisi ekonomi global. “Dampak penurunan suku bunga ke nilai tukar memang masih melemah, tetapi ini bukan sebuah kekhawatiran melainkan sesuai dengan fundamental rupiah sendiri memang di posisi saat ini,” ujar Reny.

Pada hari ini Reny memperkirakan rupiah masih akan melemah dalam rentang yang aman. “Pelemahan rupiah besok (hari ini) bukan karena kondisi dalam negeri memburuk, tetapi ini proses mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan,” tuturnya.

Loading...