Rupiah Pagi Ini Dibuka Melesat ke Level Rp15.505 per Dolar AS

rupiah - m.akurat.corupiah - m.akurat.co

Jakarta dibuka menguat sebesar 135 poin ke posisi Rp15.505 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (17/4). Kemudian rupiah lanjut melesat 100 poin atau 0,64 persen ke Rp15.540/USD. Sebelumnya, Kamis (16/4), Garuda berakhir terdepresiasi 65 poin atau 0,42 persen ke level Rp15.640 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau naik. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, kurs dolar AS menguat 0,45 persen jadi 100,08, level tertinggi sepekan lantaran para pelaku memburu aset safe haven usai rilis data pengangguran mingguan Amerika Serikat menunjukkan rekor 22 juta orang AS telah mengajukan tunjangan pengangguran pada bulan lalu.

mengumumkan bahwa klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun 1,370 juta jadi 5,245 juta yang disesuaikan secara musiman untuk minggu yang berakhir 11 April 2020. Rekor pengajuan pengangguran menandakan kemunduran ekonomi makin dalam akibat pandemi .

Pada Rabu (15/4), data ritel dan pabrik AS yang sangat buruk dan penurunan minyak ke posisi terendah 18 tahun telah mendorong dolar AS secara keseluruhan. “Dolar telah bernasib lebih baik minggu ini karena catatan data yang lemah menunjukkan jalan yang lebih lama dan lebih tidak pasti untuk pemulihan, pandangan yang lebih suram itu membangkitkan kembali selera untuk aset-aset aman,” ungkap Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, seperti dilansir Antara.

Rupiah sendiri kemarin berbalik melemah lantaran investor kembali khawatir terhadap kemungkinan perlambatan ekonomi akibat penyebaran Covid-19. Menurut Analis Kapital Investama Alwi Assegaf, pelaku pasar kembali khawatir usai International Monetary Fund (IMF) memprediksi ekonomi akan kontraksi 3 persen tahun ini jika para pembuat kebijakan gagal dalam menangani virus corona.

Ia menambahkan, kekhawatiran resesi juga tergambar dari data ekonomi AS yang melemah. Adapun data penjualan ritel AS pada Maret 2020 terkoreksi lebih dalam dari perkiraan, yakni 8,7 persen secara bulanan. “Kekhawatiran resesi tersebut akhirnya menyulut risk aversion dan membuat rupiah melemah,” tuturnya, seperti dikutip dari Kontan.

Meski demikian, Alwi memprediksi rupiah berpeluang menguat hari ini jika risk appetite kembali muncul kala bursa Eropa dan AS menguat. Terlebih sentimen positif pun datang dari Eropa yang mulai meringankan kebijakan lockdown karena jumlah pasien corona di sana mulai landai.

Loading...