Kesepakatan Dagang AS-China Makin Dekat, Rupiah Terus Bergerak Menguat

Rupiah - swarasemar.comRupiah - swarasemar.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 17,5 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.015 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (3/12). Sebelumnya, Kamis (2/12), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.033 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melesat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, kurs dolar AS naik 0,3 persen di tengah laporan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat sudah mencapai kesepakatan prinsip perdagangan dengan , hanya beberapa hari sebelum AS menerapkan tarif baru untuk barang-barang .

Sebuah sumber mengungkapkan jika AS telah mencapai kesepakatan dagang fase satu dalam prinsip dengan China pada Kamis (12/12). Laporan tersebut menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di awal sesi yang menuturkan jika AS sangat dekat untuk menyelesaikan kesepakatan dengan China.

“Kami telah melihat reaksi risk-on (pengambilan risiko) yang kuat di valas,” ujar Ahli Strategi Valas di UBS Vassili Serebriakov, New York, seperti dilansir Antara. Para pelaku pun terus mencermati pembicaraan perdagangan antara AS dengan China untuk mencari tahu apakah AS akan menerapkan tarif impor hampir 160 miliar dolar AS terhadap barang-barang konsumen China pada tanggal 15 Desember 2019 mendatang.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central (BCA) David Sumual berpendapat bahwa langkah yang masih menahan suku bunga acuan dalam jangka pendek telah mengakibatkan mata uang emerging market termasuk rupiah bergerak relatif stabil di pasar spot.

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan, walaupun The Fed bersikap cenderung netral, outlook inflasi AS cenderung lebih rendah dan berhasil membuat rupiah naik tipis. “Rupiah berpotensi menguat terbatas, bahkan hingga akhir tahun rentang pergerakan rupiah sempit,” kata Lukman, seperti dilansir Kontan.

Di tengah penantian pasar terhadap kejelasan status perdagangan AS-China, Lukman memprediksi rupiah akan cenderung bergerak datar. Tak jauh berbeda, David juga menuturkan bahwa gerak rupiah akan dipengaruhi kelanjutan keputusan dagang AS-China pada 15 Desember. Selain itu, pasar juga menunggu data seperti pengumuman suku bunga BI 7 Day Reverse Repo Rate dan neraca perdagangan.

Loading...