Pasar Masih Sideways, Rupiah Lagi-Lagi Keok di Hadapan Dolar AS

Rupiah - ekonomi.metrotvnews.comRupiah - ekonomi.metrotvnews.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.384 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (12/3). Kemarin, Rabu (11/3), Garuda berakhir terdepresiasi 22 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.374 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,2 persen menjadi 96,517. Namun dolar AS melemah terhadap yen Jepang dan franc Swiss seiring dengan jatuhnya pasar karena kekhawatiran penyebaran virus corona mendorong para investor mengalihkan hartanya ke aset safe haven.

Sejumlah bank sentral dan pemerintah di seluruh dunia berjuang membatasi dampak dari wabah virus corona, yang telah mengakibatkan pasar saham jatuh karena investor beralih ke obligasi pemerintah yang aman. Pasar juga kecewa lantaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump tak membuat pengumuman besar terkait langkah-langkah stimulus. “Kurangnya kepemimpinan AS, baik domestik maupun internasional, tidak meningkatkan kepercayaan investor,” ujar Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Forex di New York, seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, rupiah diprediksi masih akan melemah pada perdagangan hari ini. Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menilai bahwa sentimen penyebaran virus corona masih akan jadi penahan gerak rupiah. Di samping itu, arah rupiah juga dapat dipengaruhi sejumlah rilis data dari Amerika Serikat.

“Pada Kamis (12/3) akan ada data indeks produsen dan data initial jobless claim. Kalau ternyata lebih rendah dari perkiraan, ini bisa melemahkan dolar AS,” kata Yudi, seperti dikutip dari Kontan. Yudi juga merasa pesimis pelemahan dolar AS dapat menjadi sentimen positif untuk rupiah. Pasalnya, jika dilihat dari tren pekan lalu, tiap kali dolar AS melemah, nyatanya rupiah tidak mengalami peningkatan.

Head of Economics and Research Bank UOB Enrico Tanuwidjaja menambahkan, gerak rupiah hari ini masih akan terkonsolidasi pada harga penutupan kemarin. Pasar masih akan sideways hingga ada kejelasan seberapa efektif kebijakan moneter yang diambil atau seberapa cepat penanganan corona. “Kalau dari dalam negeri, menjelang meeting BI, pasar masih menunggu apakah ada kebijakan baru baik dari sisi fiskal atau moneter. Saya bila salah satu kebijakan tersebut diambil, akan bisa menggerakkan rupiah,” ungkap Enrico.

Loading...