Data Domestik Neraca Pembayaran Positif, Rupiah Menghijau di Awal Perdagangan

Rupiah - mappijatim.or.idRupiah - mappijatim.or.id

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 17 poin atau 0,12 persen ke level Rp13.657,5 per di awal pagi hari ini, Rabu (12/2). Sebelumnya, mata uang Garuda berakhir terapresiasi 37 poin atau 0,27 persen ke posisi Rp13.675 per USD pada penutupan Selasa (11/2).

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun lantaran selera risiko meningkat usai reli selama sepekan berkat penawaran safe haven yang dipicu kekhawatiran pasar terhadap virus corona.

Dilaporkan Antara, Indeks S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan ke level tertinggi baru saat para investor mempertimbangkan pernyataan penasihat kesehatan bahwa virus korona mungkin sudah mencapai puncaknya dan diperkirakan berakhir pada bulan April 2020 mendatang meski angka kematian akibat corona melebihi 1.000 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman yang berpotensi lebih buruk dari terorisme.

“Ada sedikit keterputusan dengan cara pasar ekuitas telah diperdagangkan dalam beberapa sesi terakhir dan cara pasar valas telah bergerak, dan saya pikir sampai taraf tertentu kita melihat sedikit peningkatan pada sisi lain valas,” ujar Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

Kekhawatiran pasar terkait dampak dari virus corona telah menambah tawaran keamanan bagi USD dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Selain itu, pada Selasa (11/2), Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Kongres bahwa Amerika Serikat berada pada posisi yang baik. Dilaporkan bahwa lowongan pekerjaan di AS turun selama 2 bulan berturut-turut pada Desember dan mencapai level terendah dalam 2 tahun, sedangkan angka perekrutan pekerja sedikit meningkat.

Sementara itu, Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan berpendapat bahwa rupiah menguat karena sentimen internal dan eksternal. Dari sisi eksternal, suntikan dana bank sentral China PBoC melalui pasar terbuka sebesar 1,7 triliun yuan mulai menunjukkan dampaknya.

Data ekonomi juga berhasil menopang laju rupiah. (BI) mencatatkan neraca pembayaran Indonesia tahun 2019 mengalami surplus USD4,7 miliar. Angka tersebut lebih baik dari 2018 yang mengalami defisit USD7,1 miliar. “Rupiah terdukung oleh data neraca pembayaran Indonesia,” ujar Yudi, seperti dilansir Kontan.

Loading...