Suku Bunga The Fed Tetap, Rupiah Rebound ke Level Rp13.925/USD

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 55 poin atau 0,39 persen ke level Rp13.925 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (11/6). Kemarin, Rabu (10/6), nilai tukar Garuda berakhir terdepresiasi 90 poin atau 0,65 persen ke posisi Rp13.980 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama hari ini memperpanjang kerugiannya. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS anjlok 0,4 persen menjadi 95,882 usai sebelumnya bertengger di 95,714. USD turun ke level terendah baru 3 bulan usai menahan acuannya tidak berubah.

Meski demikian, The Fed berjanji untuk melanjutkan pembelian asetnya yang bertujuan menstabilkan AS yang porak-poranda dihantam (Covid-19). The Fed juga tidak mengumumkan langkah-langkah apapun guna membatasi kenaikan imbal hasil obligasi.

Pada Rabu (10/6), The Fed mengulangi janjinya terkait dukungan luar biasa yang berkelanjutan untuk perekonomian saat para pembuat kebijakan memperkirakan penurunan 6,5 persen pada domestik bruto (PDB) tahun ini dan tingkat pengangguran 9,3 persen di akhir tahun.

“Ini konsisten dengan apa yang diharapkan pasar bahwa The Fed tidak akan melakukan apa-apa,” ujar Marc Chandler, kepala pasar, di Bannockburn Forex di New York, seperti dilansir Antara. Chandler mengharapkan The Fed dapat mengumumkan kebijakan pengendalian imbal hasil, namun berpendapat bahwa The Fed dapat mengumumkannya di akhir musim panas.

Menurut Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong, melemahnya rupiah diakibatkan oleh sisi teknikal dan data ekonomi dari China yang tidak sesuai ekspektasi. Meski demikian, Lukman berpendapat hari ini rupiah berpeluang berkonsolidasi.

“Dari segi risk appetite sudah mulai mereda ditambah lagi pelaku pasar masih akan menantikan hasil rapat FOMC. Pasar akan menantikan seperti apa kebijakan AS serta proyeksi ekonomi ke depan setelah pandemi virus corona membuat AS jatuh ke dalam resesi,” ungkap Lukman, seperti dikutip dari Kontan.

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana menambahkan, rupiah hari ini diprediksi melemah karena jumlah pertambahan kasus corona dalam 2 hari terakhir cukup memprihatinkan. “Jumlah kasus baru positif virus corona telah lebih dari 1.000 orang per hari dalam dua hari terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baik di pasar obligasi dan saham pada hari ini, dan masih mungkin berlanjut bila jumlah penambahan kasus kembali terjadi dalam jumlah besar,” bebernya.

Loading...