Rupiah Berbalik Menguat di Awal Dagang Pasca The Fed Turunkan Suku Bunga

Rupiah - ekbis.sindonews.comRupiah - ekbis.sindonews.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 123 poin ke level Rp14.160 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (4/3). Kemudian lanjut naik 125 poin atau 0,88 persen ke Rp14.157,5 per USD. Sebelumnya, Selasa (3/3), Garuda berakhir terdepresiasi 18 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp14.283 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,41 persen menjadi 97,13. USD anjlok ke level terendah 8 minggu di posisi 96,926 usai keputusan sebelum mengurangi kerugiannya.

menurunkan suku bunga acuannya sebagai langkah darurat untuk melindungi Amerika Serikat dari dampak . Walaupun Ketua Jerome Powell menegaskan kembali pendapatnya terkait ekonomi AS yang tetap kuat, Powell mengakui jika penyebaran virus corona telah menyebabkan perubahan material dalam prospek untuk .

“Virus dan langkah-langkah yang diambil untuk menahannya pasti akan membebani aktivitas ekonomi, baik di sini maupun di luar negeri, untuk beberapa waktu,” ujar Powell setelah memotong suku bunga setengah poin persentase di rentang target 1,00 sampai 1,25 persen, demikian seperti dilansir Antara.

“Ini jelas tidak baik untuk dolar,” ungkap Mark McCormick, kepala global strategi valas di TD Securities. Pemangkasan suku bunga AS pada Selasa (3/3) terjadi tidak lama usai pejabat keuangan Kelompok Tujuh (G7) mengatakan, mereka akan memakai semua alat kebijakan yang tepat untuk mencapai pertumbuhan global yang kuat dan berkelanjutan serta menjaga risiko penurunan yang ditimbulkan oleh virus corona yang menyebar cepat.

Rupiah sendiri diprediksi masih akan melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Akibatnya masih karena sentimen utama penyebaran virus corona yang kini mulai masuk ke Indonesia. “Besok (hari ini) masih melemah karena isu Covid-19 yang mempengaruhi situasi domestik,” kata Analis Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...