The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Langsung Keok di Awal Perdagangan

Rupiah - www.satumediatv.comRupiah - www.satumediatv.com

Jakarta rupiah dibuka melemah sebesar 46 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp 14.068 per di awal pagi hari ini, Kamis (1/8). Kemarin, Rabu (31/7), mata uang Garuda berakhir terapresiasi tipis sebesar 6 poin atau 0,04 persen ke level Rp 14.022 per USD.

Indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS terpantau naik 0,48 persen menjadi 98,5243 setelah bank sentral Amerika Serikat, memutuskan untuk memangkas acuan untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global tahun 2008 silam.

Berdasarkan hasil rapat Komite Terbuka Federal (FOMC), The Fed memangkas target untuk suku bunga acuan federal fund rate (FFR) sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 2,00 persen hingga 2,25 persen. Penurunan suku bunga ini dilakukan usai mengakhiri pertemuan 2 hari pada Rabu, sesuai dengan prediksi pasar sebelumnya.

Langkah tersebut mendukung pandangan komite bahwa ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati target simetris komite 2 persen adalah hasil yang paling mungkin. Akan tetapi, ketidakpastian terkait prospek tersebut tetap ada, demikian bunyi pernyataan The Fed seperti dilansir Antara.

Sementara itu, rupiah pada perdagangan sebelumnya menguat tipis lantaran dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Menurut Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan, pasar sudah memprediksi jika The Fed akan menurunkan suku bunganya sebesar 25 bps. Akan tetapi, walaupun sempat menguat, penguatan rupiah bersifat terbatas karena terhambat oleh faktor pertemuan antara pejabat dengan AS yang diperkirakan masih belum menemukan titik temu.

“Ada pernyataan Trump yang mengatakan bahwa Tiongkok mengingkari janji untuk membeli produk pertanian AS. Hal ini menandakan bakal adanya kebuntuan dari pertemuan ini,” kata Yudi, seperti dilansir Kontan. Sedangkan dari dalam negeri pun masih belum ada faktor pendorong yang bisa memantapkan posisi rupiah di zona hijau.

Loading...