Efek Pemangkasan Suku Bunga AS Masih Terasa, Rupiah Makin Terhempas

Rupiah - id.carousell.comRupiah - id.carousell.com

Jakarta – Setelah penurunan suku bunga , tampaknya masih belum mampu bangkit. Di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (2/8), terhempas cukup dalam sebesar 63 poin ke level Rp14.179,3 per AS dan kemudian lanjut melemah 81,5 poin atau 0,58 persen ke Rp14.197,5. Sebelumnya, Kamis (1/8), berakhir terdepresiasi 94 poin atau 0,67 persen ke posisi Rp14.116 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,14 persen menjadi 98,3910 lantaran para masih mencermati sejumlah data ekonomi terbaru yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan pada Kamis (1/8) bahwa sektor manufaktur Amerika Serikat kehilangan momentum lebih lanjut pada Juli, demikian seperti dilansir Antara. Menurut laporan manufaktur ISM terbaru tentang bisnis, Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk Juli yang mengukur kinerja sektor manufaktur tercatat berada di angka 51,2 persen, turun 0,5 poin persentase dari level 51,7 persen pada Juni. Perolehan tersebut jauh dari prediksi sebelumnya.

Sedangkan klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur tingkat PHK, ada di level 215.000 pada pekan yang berakhir 27 Juli, naik 8.000 dari tingkat yang telah direvisi pekan sebelumnya, demikian Departemen AS melaporkan. Sementara itu, ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memproyeksikan bahwa klaim baru pengangguran hanya 210.000 yang disesuaikan secara musiman.

Pada perdagangan hari ini rupiah diperkirakan masih akan melemah tipis karena momentum penurunan suku bunga yang justru menopang laju penguatan dolar AS di pasar . Seperti diketahui, telah memotong suku bunga acuannya (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 2 persen sampai 2,25 persen.

Menurut Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, hari ini rupiah masih berpeluang untuk kembali terkoreksi. Pasalnya, dampak pemangkasan suku bunga acuan The Fed begitu mempengaruhi rupiah. “Hari ini masih ada momentum untuk rupiah melemah, sambil menunggu berita baru dari AS. Kalau market di AS kembali merah, rupiah punya peluang untuk berlanjut koreksi,” papar David, seperti dilansir Kontan.

Loading...