Yuan Menguat, Rupiah Ikut Stabil Bergerak di Zona Hijau

Rupiah - www.acehbisnis.comRupiah - www.acehbisnis.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Jumat (9/8), dengan penguatan sebesar 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.205 per AS. Sebelumnya, Kamis (8/8), kurs Garuda berakhir terapresiasi 12 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.213 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau sedikit menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS naik tipis sebesar 0,07 persen menjadi 97,6199 di tengah penurunan sejumlah mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss lantaran didukung oleh penguatan yuan China serta meningkatnya perdagangan luar negeri China.

Pada Kamis (8/8), yuan China dilaporkan menguat usai bank sentra China menetapkan tingkat referensi resmi mata uang tersebut pada 7,0039 yuan per dolar AS, yang rupanya lebih rendah dibandingkan prediksi serta meredakan kekhawatiran luas atas persaingan mata uang AS dengan China tersebut.

Sementara itu, Administrasi Umum Kepabeanan (GAC) melaporkan bahwa perdagangan barang-barang luar negeri China mengalami peningkatan sebesar 4,2 persen secara tahun ke tahun dalam 7 bulan pertama tahun ini menjadi USD2,49 triliun. Kemudian untuk China juga naik 6,7 persen secara tahun ke tahun selama periode Januari-Juli 2019, dan angka tumbuh 1,3 persen. Uni Eropa masih tercatat menjadi mitra dagang terbesar China selama periode tersebut, dengan volume perdagangan bilateral naik 10,8 persen dari tahun sebelumnya, disusul ASEAN naik 11,3 persen, dan AS turun 8,1 persen.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, sejak kemarin mata uang termasuk rupiah serempak menguat karena tekanan pada yuan China yang mulai berkurang. “Kita lihat hari ini yuan China kembali menguat, sehingga ini yang menjadi driver utama yang berdampak pada penguatan mata uang di Asia,” kata Josua, seperti dilansir Kontan.

Lebih lanjut Josua menuturkan, yuan makin stabil usai pernyataan China yang mengungkapkan bahwa pelemahan yuan bukan salah satu kebijakan yang ditempuh untuk menghadapi ketentuan impor baru dari AS. Selain itu, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menuturkan, intervensi China yang berusaha menstabilkan mata uang juga turut menunjang penguatan rupiah.

Loading...