Didukung Sentimen Eksternal, Hari Ini Rupiah Diprediksi Lanjut Menguat

Rupiah - www.cnnindonesia.comRupiah - www.cnnindonesia.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.130 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (11/10). Sebelumnya, kurs Garuda berakhir terapresiasi 23 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp14.150 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan melemah 0,42 persen menjadi 98,7074 di tengah penguatan pound sterling , lantaran meningkatnya ekspektasi bahwa kesepakatan bisa dicapai usai pertemuan antara para pemimpin Inggris dan Irlandia di Liverpool.

Usai diskusi secara intensif, pemimpin Irlandia Leo Varadkar di Bandara Liverpool John Lennon mengungkapkan bahwa sangat mungkin bagi Inggris dan Uni Eropa untuk melakukan perjanjian sampai batas waktu 31 Oktober 2019.

“Adalah mungkin untuk mencapai kesepakatan untuk memiliki perjanjian yang disetujui untuk mengizinkan Inggris meninggalkan Uni Eropa secara teratur dan melakukan itu pada akhir Oktober,” ujar Varadkar, seperti dilansir Antara. Akan tetapi, Varadkar menjelaskan jika saat ini masih ada masalah antara kedua belah pihak yang harus diselesaikan.

Menurut Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim, dalam perdagangan kemarin gerak rupiah dipengaruhi oleh sejumlah , misalnya saja laporan-laporan yang sering bertentangan dengan pembicaraan konflik perdagangan antara Amerika Serikat dengan China.

Di samping itu, pidato dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang hendak memperluas neraca tanpa mengesampingkan pemangkasan acuan juga turut menyumbang sentimen bagi rupiah. Kemudian Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pun mengisyaratkan permohonan perpanjangan batas waktu terkait keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, alias Brexit.

Dari dalam negeri, pihak dan Bank Indonesia meyakini bahwa dana repatriasi yang mencapai Rp1,47 triliun tak akan lari ke luar negeri. “Pergerakan rupiah besok (hari ini) akan didominasi sentimen eksternal, mulai dari negosiasi perang dagang AS dengan China, serta perkembangan ,” ujar Ibrahim, seperti dilansir Kontan. Hari ini Ibrahim memprediksi rupiah masih akan menguat lantaran didukung oleh sejumlah faktor eksternal.

Loading...