Sempat Melemah, Kurs Rupiah Diprediksi Bakal Rebound

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

Jakarta – Nilai tukar rupiah hari ini, Rabu (9/12), berada di posisi Rp14.153,05 per AS menurut data dari Morningstar. Sebelumnya, Selasa (8/12), Garuda berakhir terdepresiasi 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.110 per USD.

Indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik tipis sebesar 0,1 persen jadi 90,95 dalam yang fluktuatif, mengambil jeda dari aksi jual yang melemparkan ke level terendah dalam lebih dari 2,5 tahun pekan lalu. Sepanjang tahun 2020 ini dolar AS telah merosot hampir 6 persen, sejalan dengan kinerja tahunan terlemah dari tahun 2017.

“Stimulus moneter dan fiskal yang kami lihat akan mencerminkan dunia dan itu mengarah pada dolar yang lebih lemah dan seharusnya bagus untuk mata uang berisiko dan mata uang berkembang,” ujar Axel Merk, presiden dan kepala investasi di Merk Investments, yang mengawasi aset-aset senilai satu miliar dolar AS, seperti dilansir Antara.

Pada Selasa (8/12), berita terkait vaksin Johnson and Johnson dan Pfizer Inc telah mendukung ekuitas dan meningkatkan selera risiko, namun dolar AS masih memertahankan posisinya sendiri. Kemudian, data sentimen ekonomi dari Jerman juga berhasil mengangkat euro pada awal sesi perdagangan, kemudian terakhir datar dan menjadi sedikit lebih rendah di angka 1,2104 dolar.

Sedangkan dari dalam negeri, yang sempat melemah tipis pada perdagangan Selasa diprediksi akan rebound atau kembali menguat pada Kamis (10/12). Menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, sentimen mengenai perkembangan vaksin (Covid-19) masih mendominasi gerak rupiah dan dolar AS. “Rupiah masih akan melanjutkan pergerakan sideways, namun masih sesuai dengan nilai fundamentalnya,” ujar Reny, seperti dikutip dari Kontan.

Reny memprediksi bahwa rupiah masih akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Kamis. “Sentimen vaksin Covid-19 masih diapresiasi positif oleh pasar,” imbuh Reny.

Loading...