Rupiah Kembali Terperosok Meski Cadangan Devisa Naik

Rupiah - www.sinarharapan.coRupiah - www.sinarharapan.co

Jakarta dibuka melemah sebesar 11 poin ke posisi Rp14.009 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (8/11). Kemudian rupiah lanjut melemah 20 poin atau 0,14 persen menjadi Rp14.018 per AS. Sebelumnya, Kamis (7/11), Garuda berakhir terapresiasi 25 poin atau 0,18 persen ke level Rp13.998 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur gerak the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat ke level tertinggi dalam lebih dari 5 bulan. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik 0,2 persen menjadi 98,128 berkat ekspektasi terhadap Amerika Serikat dan China yang semakin mendekati kesepakatan dagang.

Menurut pernyataan pejabat dari kedua negara, Kamis (7/11), AS dan China telah sepakat untuk menurunkan satu sama lain sebagai bagian dari perjanjian perdagangan fase pertama. Kondisi itu menawarkan tanda baru kemajuan meski konflik perdagangan antara AS dan China saat ini masih berlangsung.

Kementerian Perdagangan China tanpa menetapkan mengungkapkan jika pihaknya dan AS sudah sepakat membatalkan tarif secara bertahap. “Pasar berada dalam mode penuh risk-on. Meningkatnya kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan China diyakini bermanfaat bagi ekonomi AS karena mengurangi hambatan yang dihadapi -perusahaan Amerika,” ujar Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar di Cambridge Global Payments di Toronto, seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, rupiah kemarin berhasil menguat hingga ke bawah Rp14.000 karena ditunjang oleh kenaikan cadangan devisa bulan Oktober 2019. Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya mengungkapkan bahwa cadangan devisa Indonesia bulan Oktober 2019 mencapai angka USD126,7 miliar atau lebih besar dari angka cadangan devisa September 2019 sejumlah USD124,3 miliar.

Selain itu, kondisi politik dalam negeri yang dinilai kembali stabil setelah pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga berhasil menopang gerak rupiah di pasar spot lantaran aliran dana asing mulai kembali masuk.

Akan tetapi, Andian juga menuturkan bahwa Bank Indonesia (BI) akan menjaga rupiah untuk tak menguat terlalu drastis. “Pergerakan rupiah yang jauh turun di bawah Rp14.000 akan susah tercapai atau bertahan lama, BI mencoba jaga volatilitas rupiah,” beber Andian, seperti dilansir Kontan.

Loading...