Ketua The Fed Beri Pernyataan Optimis, Rupiah Melaju 90 Poin di Awal Dagang

Rupiah - faktualnews.coRupiah - faktualnews.co

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (7/10), dengan penguatan sebesar 90 poin ke level Rp14.710 per AS. Kemudian lanjut menguat 10 poin atau 0,07 persen ke Rp14.725/USD. Sebelumnya, Garuda berakhir terapresiasi 65 poin atau 0,44 persen ke posisi Rp14.735 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap enam mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,18 persen ke angka 93,6840 lantaran para pelaku tengah mempertimbangkan pernyataan optimis dari Ketua AS Jerome Powell.

Dalam pertemuan tahunan virtual Asosiasi Nasional untuk Bisnis pada Selasa (6/10), Powell menyatakan, pemulihan kondisi Amerika Serikat masih jauh dari selesai dan pelambatan yang berkepanjangan dalam laju perbaikan dari waktu ke waktu bisa memicu dinamika resesi khusus. Selain itu ia menambahkan, tindakan kebijakan fiskal dan moneter AS sejauh ini secara substansial meredam dinamika resesi normal yang terjadi dalam penurunan, namun tanpa dukungan lebih lanjut, tren penurunan itu masih bisa muncul.

Di sisi lain, para dengan hati-hati mencari petunjuk terkait apakah anggota parlemen di Washington bisa mencapai kompromi terkait stimulus baru untuk mendukung ekonomi yang dilanda pandemi (Covid-19). Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump membatalkan negosiasi dengan anggota parlemen Demokrat terkait paket stimulus bantuan Covid-19 sampai setelah pemilu 3 November 2020, lebih lanjut telah menopang USD untuk menguat.

Rupiah sendiri diperkirakan akan lanjut menguat pada perdagangan hari ini ditopang oleh sentimen eksternal, karena tidak banyak yang dapat diharapkan dari sentimen domestik. Menurut Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi, hari ini rupiah bisa saja menguat walaupun kurs mungkin diperdagangkan fluktuatif.

Ibrahim menambahkan, hal ini disebabkan oleh respons pasar dalam menyikapi Undang-Undang Cipta Kerja yang sempat membuat rupiah tertekan. “Besok (hari ini) dominasi sentimen eksternal, dari internal malah kurang bagus,” beber Ibrahim seperti dilansir dari Kontan.

Pasar global kembali positif usai Trump keluar dari rumah sakit. Walaupun belum benar-benar sembuh dari Covid-19, perkembangan Trump dinilai dapat mengurangi risiko politik menjelang pemilu presiden AS bulan depan.

Loading...