Investor Nantikan Negosiasi Dagang AS-China, Rupiah Dibuka Melemah

Rupiah - economy.okezone.comRupiah - economy.okezone.com

Jakarta – Kurs dibuka melemah sebesar 17,5 poin atau 0,12 persen ke level Rp14.040 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (7/11). Kemarin, Rabu (6/11), nilai tukar Garuda berakhir terdepresiasi 54 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp14.023 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun tipis 0,1 persen menjadi 97,875 usai menginjak level tertinggi tiga minggu pada Selasa (5/11). sendiri sedang konsolidasi lantaran mencari kejelasan terkait negosiasi dagang antara AS dengan China yang kini tengah berlangsung.

Salah satu pejabat senior pemerintahan Trump mengungkapkan pada Reuters, Rabu (6/11), bahwa pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping untuk menandatangani perjanjian perdagangan sementara yang telah dinantikan rupanya dapat ditunda sampai Desember 2019 lantaran diskusi terus berlanjut terkait persyaratan dan tempat.

“Intinya adalah bahwa pasar harus sepenuhnya yakin bahwa kita keluar dari kesulitan, bahwa kita telah melewati yang terburuk. Sejauh ini, itu (kesepakatan perdagangan AS-China) belum selesai,” ujar Erik Nelson, ahli strategi mata uang, di Wells Fargo Securities di New York, seperti dilansir Antara.

Dari dalam negeri, dirilisnya sejumlah data makro Indonesia masih belum dapat membendung sentimen defisit perdagangan Amerika Serikat yang mengalami penurunan cukup signifikan. Menguatnya dolar AS berhasil menutup kinerja dari 3 data makroekonomi yang dirilis.

Menurut Analis Valbury Futures, Lukman Leong, rilis data GDP kemarin yang lebih dari 5 persen jadi salah satu katalis untuk gerak rupiah hari ini. Sedangkan Ekonom Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Fikri C Permana mengungkapkan, gerak rupiah hari ini terutama dipengaruhi data trade deficit AS.

“Dari dalam negeri beberapa data BPS sepertinya memiliki dampak bagi pergerakan rupiah hari ini. Data tersebut di antaranya; data pertumbuhan ekonomi, data kondisi bisnis T3 2019 dan data pengangguran . Namun sayangnya 3 data positif ini seakan tertutupi dengan pergerakan USD (terlihat dr USD index) yang cukup signifikan. Utamanya didorong trade deficit US yang turun signifikan,” kata Fikri, seperti dilansir Kontan.

Pada perdagangan hari ini, Leon memprediksi pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi sentimen umum seperti menguatnya USD akibat optimisme pertumbuhan ekonomi global yang membaik dan kemungkinan berakhirnya konflik dagang AS-China.

Loading...