Pasar Antisipasi Kemenangan Demokrat, Kurs Rupiah Kembali Melemah

Rupiah melemah pada pagi hari ini, Kamis (7/1) - www.inews.id

Jakarta rupiah dibuka melemah sebesar 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp13.905 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (7/1). Kemarin, Rabu (6/1), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp13.895 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, kurs dolar AS rebound 0,015 persen menjadi 89,48 setelah sebelumnya berada di level terendah sejak Maret 2018 di 89,206. Penguatan dolar AS terjadi ketika mengantisipasi kemenangan Demokrat dalam pemilihan Senat Amerika Serikat di Georgia yang diharapkan dapat membuka jalan untuk paket stimulus fiskal yang lebih besar.

Partai Demokrat dilaporkan menang satu pemilihan Senat AS di Georgia dan memimpin dalam pemilihan lainnya pada Rabu (6/1), semakin dekat mengungguli Partai Republik yang akan memberi mereka kendali atas Kongres guna memajukan visi kebijakan presiden terpilih, .

Analis masih memprediksi tren jangka panjang untuk dolar AS menjadi lebih lemah. “Orang-orang telah bearish terhadap dolar sekarang selama setidaknya enam atau sembilan . Jelas sekali, Anda harus mengambil sedikit istirahat sesekali,” ujar Minh Trang, pedagang valas senior Silicon Valley Bank di Santa Clara, California, seperti dilansir Antara.

Selain itu, Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan bahwa gaji swasta mencatat penurunan pertama mereka dalam 8 bulan akibat melonjaknya kasur positif (-19). Akan tetapi, data pesanan pabrik untuk bulan November melampaui ekspektasi dan menandakan adanya pemulihan manufaktur yang berkelanjutan.

Sedangkan rupiah hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan penguatannya karena ditopang hasil pemilihan kursi Senat di Georgia, AS. Menurut Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, kemenangan dua kandidat asal Demokrat di kursi Senat Georgia membuat dolar AS tertekan dan menguntungkan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

“Program Biden untuk memulihkan dengan pemberian stimulus dan mengendalikan pandemi bisa berjalan lancar,” kata Ariston, seperti dikutip Kontan. Oleh sebab itu, Greenback terus melemah lantaran para investor beralih ke aset berisiko.

Loading...