Pasar Cerna Data Pekerjaan AS, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp14.240/USD

Rupiah - www.detikepri.comRupiah - www.detikepri.com

Jakarta – Kurs rupiah mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (6/10), dengan penguatan sebesar 12,5 poin atau 0,09 persen ke angka Rp14.240 per dolar AS. Sebelumnya, Selasa (5/10), mata uang Garuda berakhir terapresiasi 14 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp14.252,5 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat mendekati level tertinggi 2021 ini. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS lantaran fokus pasar kini beralih ke data Amerika Serikat dan adanya kemungkinan kenaikan suku bunga acuan di Selandia Baru.

Dolar AS telah memperoleh dukungan dari investor akhir-akhir karena mereka bersiap dengan kemungkinan Federal Reserve untuk mulai mengurangi pembelian aset 2021 ini dan meletakkan dasar untuk kenaikan suku bunga sebelum rekan-rekannya.

Di sisi lain, data penggajian non-pertanian (NFP) AS pada Jumat (8/10) dinilai penting untuk menginformasikan sikap dan waktu The Fed, khususnya apabila data itu sangat mengesankan atau mengecewakan. Angka penggajian swasta, panduan yang kadang kurang bisa diandalkan, bakal dirilis sekitar pukul 12.15 GMT.

“Kehilangan besar pada ekspektasi pasar untuk sekitar 428.000 yang telah ditambahkan pada September dapat mengurangi ekspektasi untuk angka yang lebih luas pada Jumat (8/10/2021). Kami mempertahankan pandangan kami bahwa peningkatan dalam penggajian Jumat (8/10/2021) akan mendorong (Fed) untuk mengumumkan tapering pada November,” ungkap Analis Commonwealth of Australia, Carol Kong, seperti dilansir Antara.

Dari dalam negeri, Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya berpendapat bahwa data kasus Covid-19 yang menurun di Indonesia telah membantu menopang ekspektasi pemulihan ekonomi, sehingga bisa ikut mendongkrak kurs rupiah. Pada hari ini, Andian memperkirakan sentimen pasar terhadap dolar AS bisa memengaruhi gerak rupiah. Terlebih karena pekan ini akan ada data non-farm payroll yang dirilis.

Presiden Komisioner HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menambahkan, penguatan rupiah kemarin bersifat teknis untuk mencari keseimbangan. “Jadi masih ada kemungkinan penguatan tipis yang akan berlaku, menjelang laporan non-farm payroll pada akhir pekan,” tutur Sutopo, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...