Melemah di Awal Dagang, Hari Ini Rupiah Diprediksi Masih Bakal Menguat

Rupiah - www.idntimes.comRupiah - www.idntimes.com

Jakarta mengawali pagi hari ini, Rabu (6/11), dengan pelemahan sebesar 21 poin atau 0,15 persen ke level Rp13.990 per dolar AS. Sebelumnya, Garuda berakhir terapresiasi 45 poin atau 0,33 persen ke posisi Rp13.969 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik sebesar 0,5 persen jadi 97,969 lantaran ditopang oleh sentimen bahwa Amerika Serikat dan China semakin mendekati kesepakatan perdagangan, sehingga mendorong selera risiko dan mencari mata uang dengan imbal hasil yang lebih tinggi.

Sementara itu, bank sentra China memutuskan memotong suku bunga kredit hanya 5 basis poin dan meningkatkan pengambilan risiko secara keseluruhan. China mendorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghapus lebih banyak yang diterapkan pada September sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan AS-China fase satu. Perjanjian tersebut diprediksi akan ditandatangani pada akhir bulan ini.

“Tumbuhnya optimisme kesepakatan perdagangan terus menjadi pendorong di balik kenaikan imbal hasil 10-tahun AS minggu ini dan kami pikir langkah pagi ini di atas 1,83 persen membuat dana mendambakan terobosan lebih tinggi ke 109-an (dalam dolar/yen),” ujar Erik Bregar, Kepala Strategi Valas di Exchange Bank of Canada di Toronto, seperti dilansir Antara.

Menurut Ekonom Bank Central David Samual, kabar dari AS yang mengungkapkan bahwa akan segera dilakukan penandatanganan kesepakatan perdagangan antara AS-China walau semua hal belum disetujui. Hal itu pula yang menyumbang sentimen untuk rupiah, sehingga para pelaku pasar kembali membeli aset berisiko yang juga mendorong rupiah untuk menguat.

Sementara itu, Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan, dari sisi eksternal rupiah pun didukung oleh sentimen Reserve Bank of Australia yang diprediksi bakal menahan suku bunga pada rekor rendah 0,75 persen.

Dari dalam negeri, rupiah juga ditunjang rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga yang sesuai dengan harapan pasar, yaitu 5,02 persen YoY. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartalan tetap mengalami pertumbuhan 3,06 persen, sedangkan secara kumulatif tumbuh 5,04 persen. Pada perdagangan hari ini, David dan Ibrahim memprediksi rupiah akan kembali naik.

Loading...