Data Ekonomi AS Lemah, Rupiah Rebound di Pembukaan

Rupiah - www.kaskus.co.idRupiah - www.kaskus.co.id

Jakarta dibuka menguat sebesar 20 poin atau 0,15 persen ke level Rp14.415 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (6/5). Kemarin, Rabu (5/5) sore, mata uang Garuda ditutup terdepresiasi tipis sebesar 5 poin atau 0,03 persen ke angka Rp14.435 per USD.

Sedangkan indeks dolar AS yang mengukur gerak the Greenback terhadap enam mata uang utama terpantau melorot dari level tertinggi lebih dari dua minggu. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS terakhir bertengger di posisi 91,319 setelah naik setinggi 91,436 di awal sesi perdagangan, level tertinggi sejak 19 April 2021. Penurunan dolar AS ini terjadi lantaran data Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi dan para investor tengah menanti pekerjaan utama pada akhir pekan ini.

Data ADP menunjukkan pada Rabu (5/5) bahwa data penggajian swasta AS naik paling tinggi dalam 7 bulan pada April 2021 karena perusahaan meningkatkan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan di tengah pengeluaran yang besar dan meningkatnya vaksinasi Covid-19. Namun, 742.000 pekerjaan swasta yang diciptakan lebih rendah dari 800.000 pekerjaan yang diprediksi oleh para ekonom dalam survei Reuters.

Sementara itu, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan, pada industri jasa AS aktivitas mereda pada April dari level rekor pada Maret, kemungkinan karena kurangnya input di tengah lonjakan permintaan. “Hal itu tentu mengkhawatirkan bagi pedagang dolar AS dan menahan mereka kembali dari posisi long dollar menjelang rilis data penggajian non-,” ujar Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management, seperti dilansir Reuters.

Dari dalam negeri, gerak rupiah hari ini diprediksi masih akan dipengaruhi oleh angka ekonomi Indonesia. Seperti diwartakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa data ekonomi Indonesia periode kuartal I 2021 mengalami kontraksi -0,74 persen.

“Tentunya kita harapkan di kuartal ini memperlihatkan ekonomi Indonesia sudah berada di tren pemulihan positif, dan ini akan menjadi dua kutub pergerakan apresiasi dan depresiasi rupiah untuk besok (hari ini),” kata Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana, seperti dikutip Kontan. Selain itu, rupiah juga akan dipengaruhi oleh data-data ekonomi dari AS.

Loading...