Pasar Lepas Spekulasi Stimulus Fiskal Besar, Rupiah Melonjak 180 Poin di Pembukaan

Rupiah - beritacenter.comRupiah - beritacenter.com

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 180 poin ke posisi Rp14.385 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (5/11). Kemudian lanjut menguat 185 poin atau 1,27 persen ke Rp14.380/USD. Kemarin, Rabu (4/11), mata uang Garuda berakhir terapresiasi 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.565 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,27 persen jadi 93,39, usai mencapai level tertinggi satu bulan di posisi 94,31. Penguatan dolar AS terjadi usai Demokrat tampaknya tak mungkin mengambil kendali atas Senat AS, sehingga mengakibatkan melepaskan spekulasi atas kemungkinan terjadinya fiskal yang besar.

“Akan sangat sulit untuk mendapatkan stimulus tambahan jika kita memiliki Senat Republik. Jika itu masalahnya, saya akan berpikir bahwa beberapa perdagangan ‘gelombang biru’ ini perlu dibatalkan. Sekarang apa artinya bagi dolar adalah bahwa kita mungkin mendapat kenaikan cepat,” ucap Bipan Rai, kepala valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, pada hari ini rupiah berpeluang untuk melemah lantaran para investor cenderung mengantisipasi berbagai kemungkinan. “ pemungutan suara pemilihan presiden AS cenderung masih berimbang. Belum pastinya pemenang pemilu membuat rupiah berpotensi berbalik melemah. Kemenangan Joe Biden belum dapat dipastikan. Di satu sisi, Donald Trump pun percaya diri bahwa dirinya menang,” kata Josua, seperti dikutip dari Kontan.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, rupiah bakal terkoreksi bila media AS yang mendukung Partai Republik lebih vokal. Terlebih karena sampai sekarang Senat lebih banyak didominasi suara dari Partai Republik. “Jadi permasalahan juga bila Biden menang tetapi Senat Partai Demokrat kalah, maka sia-sia. Kebijakan yang diambil cenderung berasal dari Partai Republik yang mendukung Trump,” tandas Faisal.

Dari dalam negeri, rupiah juga akan dipengaruhi oleh sentimen seperti rilis data pertumbuhan . Apabila hasilnya sesuai ekspektasi pasar, maka pelemahan rupiah hari ini bisa sedikit teredam.

Loading...