Sentimen Risiko Meredup, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah 10 Poin

Rupiah - poskotanews.comRupiah - poskotanews.com

Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka melemah sebesar 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.440 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (5/5). Sebelumnya, Selasa (4/5), Garuda berakhir terapresiasi 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.430 per USD.

Sementara itu, indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama mengalami reli. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,3 persen ke 91,278. Selama bulan April 2021, indeks dolar AS sudah merosot lebih dari 2,0 persen. Kenaikan dolar AS terjadi lantaran sentimen risiko memudar di tengah aksi jual , dengan komentar Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang mengatakan bahwa mungkin perlu naik guna mencegah Amerika Serikat mengalami overheating dan mendukung greenback.

Menurut para analis, banyak kabar baik terkait ekonomi yang kemungkinan sedang dipertimbangkan investor. “Setelah meningkat secara dramatis selama kuartal pertama, ekspektasi ekonomi AS telah bertemu dengan kenyataan, yang berarti bahwa kejutan tidak lagi mengarah ke positif. Bagi banyak investor dan pedagang momentum, beberapa penyeimbangan kembali, menjauh dari mata uang sensitif risiko dan menuju safe-haven, sangat masuk akal pada saat ini,” ucap Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto, seperti dilansir Antara.

Reli dolar AS pada Selasa telah membalikkan kerugian pada Senin usai laporan survei manufaktur Amerika Serikat yang mengecewakan, sehingga meninggalkan dolar AS 1,0 persen di atas level terendah 1 bulan yang dicapai pekan lalu.

“Tidak ada konsensus saat ini tentang apa yang akan terjadi pada dolar selama sisa tahun ini, seperti yang terjadi pada awalnya. Sementara beberapa pedagang melihat dolar AS dengan ruang untuk tumbuh karena imbal hasil obligasi akan lebih tinggi di masa depan saat ekspektasi meningkat, yang lain percaya dolar sekarang dinilai terlalu tinggi dan hanya akan terus menyusut ketika seluruh dunia berhasil mengejar ketinggalan,” kata Tempus Inc.

Dari dalam negeri, Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya menilai bahwa gerak rupiah pada Rabu akan dipengaruhi data neraca perdagangan AS. “ AS berpotensi kembali melemah setelah neraca perdagangan dirilis lebih buruk dari ekspektasi. Alhasil, rupiah besok (hari ini) masih memiliki peluang untuk kembali menguat,” ungkapnya, seperti dikutip Kontan.

Loading...