Dolar AS Terperosok ke Level Terendah, Rupiah Rebound Tipis 5 Poin

Rupiah - finrollnews.comRupiah - finrollnews.com

Jakarta dibuka menguat tipis sebesar 5 poin atau 0,04 persen ke angka Rp14.135 per dolar AS di awal pagi hari ini, Jumat (4/12). Kemarin, Kamis (3/12), Garuda berakhir terdepresiasi 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.140 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,44 persen jadi 90,7169 lantaran para pelaku pasar saat ini sedang mencermati klaim pengangguran yang baru saja dirilis.

Adapun klaim pengangguran Amerika Serikat, cara kasar untuk mengukur pemutusan hubungan kerja (PHK) dilaporkan berada pada angka 712.000 dalam pekan yang berakhir tanggal 28 November 2020, lebih rendah dari perkiraan sebesar 780.000 dari para ekonom yang telah disurvei oleh Dow Jones. Namun angka pengangguran AS itu masih menandai penurunan pertama dalam 3 pekan dan masih tetap jauh di atas catatan sebelum adanya pandemi virus corona (Covid-19).

“Penurunan dolar tidak akan hilang dalam waktu dekat. Setiap hari kami semakin dekat dengan pemberian vaksin virus corona dan ada banyak optimisme bahwa Anda akan melihat pemulihan yang jauh lebih cepat pada 2021,” ujar Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York, seperti dilansir Antara.

Sedangkan dari dalam negeri, para khawatir dengan kasus positif Covid-19 yang terus meningkat, sehingga mengakibatkan rupiah kemarin melemah terhadap dolar AS. Terlebih karena peningkatan kasus Covid-19 mencetak rekor dengan pertambahan sebanyak 8.369 orang.

Menurut Head of Economics Research Pefindo Fikri C. Permana, rupiah harus memperoleh sentimen positif dari bulan November 2020 lalu dan data PMI manufaktur AS yang lebih rendah. Pada saat yang bersamaan, vaksin Pfizer yang telah memperoleh izin edar dari lembaga kesehatan juga seharusnya dapat menopang rupiah.

Tetapi, penguatan rupiah masih tertahan oleh kekhawatiran pasar terhadap jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat. “Peningkatan kasus harian Covid-19 di Indonesia terus meningkat, berbeda dengan negara lain yang mulai berkurang dan stabil,” ujar Fikri, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...