Kurs Rupiah Menguat di Tengah Penantian Rilis Data ADP Non-Farm

Rupiah menguat perdagangan pagi hari ini, Rabu (4/8) - www.aa.com.tr

Jakarta – Kurs rupiah mengawali pagi hari ini, Rabu (4/8), dengan penguatan sebesar 10,5 poin ke angka Rp14.331,5 per . Kemudian, rupiah lanjut 4,5 poin atau 0,03 persen ke Rp14.337,5/USD. Sebelumnya, Selasa (3/8), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi 80,5 poin atau 0,56 persen ke angka Rp14.342 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau naik tipis. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,04 persen jadi 92,0777. Penguatan dolar AS ini terjadi lantaran selera yang menurun di tengah peningkatan kasus infeksi -19, sehingga mendorong peningkatan permintaan investor untuk mata uang yang dinilai lebih aman atau safe haven.

Menurut Analis Monex Investindo Futures Andian Wijaya, para pelaku pasar harus lebih berhati-hati karena USD/IDR berpeluang untuk rebound atau terhadap dolar AS usai beberapa hari yang lalu berada di zona hijau. Saat ini, pelaku pasar juga masih menunggu data ADP non-farm yang akan dirilis nanti malam. “Pelaku pasar tengah menantikan data pertumbuhan domestik yang rilis di pekan ini,” imbuh Kepala ekonom BCA David Sumual, seperti dikutip dari Kontan.

Sedangkan Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai bahwa rupiah berpotensi untuk kembali menguat pada perdagangan hari ini. “Mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp14.310 – Rp14.380,” papar Ibrahim.

Lebih lanjut Ibrahim menjelaskan, penguatan rupiah di perdagangan hari ini dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri dan sentimen global yang mendukung. “Pasar merespons positif kebijakan pemerintah yang mengumumkan PPKM level 4 yang diperpanjang hingga tanggal 8 Agustus 2021 mendatang. Dan PPKM level 4 ini akan diberlakukan merata di seluruh wilayah di Indonesia, tidak hanya di Jawa-Bali,” ungkap Ibrahim.

Selain itu, investor pun kini ditenangkan oleh desakan Ketua Jerome Powell bahwa kenaikan suku bunga adalah “jalan jauh” lantaran The Fed menurunkan keputusan kebijakan terbarunya selama minggu sebelumnya.

Loading...