The Fed Pangkas Suku Bunga Lagi, Rupiah Lanjut Menguat di Awal Dagang

Rupiah - www.jawapos.comRupiah - www.jawapos.com

Jakarta Garuda dibuka menguat sebesar 19,2 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.011,3 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (31/10). Kemarin, Rabu (30/10), kurs rupiah berakhir terapresiasi 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.031 per .

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,05 persen jadi 97,6470 lantaran memutuskan untuk menurunkan acuannya usai pertemuan kebijakan 2 hari yang dipantau secara luas. Ini sekaligus menjadi pemangkasan ketiga yang dilakukan sepanjang tahun 2019 ini.

Pada Rabu (30/10), The Fed menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) di tengah perlambatan ekonomi Amerika Serikat. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memotong target suku bunga dana federal menjadi ke kisaran angka 1,5 persen sampai 1,75 persen usai menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, sebagian besar sesuai dengan harapan pasar.

“Kami mengambil langkah ini untuk membantu menjaga ekonomi AS tetap kuat dalam menghadapi perkembangan global dan untuk menyediakan beberapa jaminan terhadap risiko yang sedang berlangsung,” ujar Ketua Fed Jerome Powell pada Rabu (30/10) sore, seperti dilansir Antara.

Ia juga menyoroti risiko-risiko perlambatan pertumbuhan global, perkembangan kebijakan perdagangan, serta tekanan inflasi yang diredam. Walaupun pengeluaran rumah tangga kuat, investasi bisnis dan ekspor dinilai tetap lemah dan output atau keluaran manufaktur telah mengalami penurunan selama satu tahun belakangan, ujar Powell. “Pertumbuhan yang lambat di luar negeri dan perkembangan perdagangan telah membebani sektor-sektor itu,” ungkapnya.

Menurut Ekonom Samuel Aset Management, Lana Soelistianingsih, masih belum ada data yang cukup kuat untuk menggerakkan rupiah hari ini. “Dengan proyeksi suku bunga The Fed akan diturunkan lagi, maka AS akan melemah dan membuat rupiah dalam tren penguatan,” ujar Lana, seperti dilansir Kontan.

Rupiah menguat semata-mata karena tertolong oleh kondisi dolar AS yang sedang melemah. Lana berpendapat, jika ada sentimen yang akan jadi penggerak rupiah, maka itu adalah neraca perdagangan yang baru akan dilaporkan pada pertengahan November depan.

Loading...