Data Ekonomi AS Suram, Rupiah Rebound ke Level Rp13.645/USD

Rupiah - www.viva.co.idRupiah - www.viva.co.id

Jakarta dibuka menguat sebesar 11,5 poin atau 0,08 persen ke level Rp13.645 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (31/1). Sebelumnya, Kamis (30/1), kurs Garuda berakhir terdepresiasi 23 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp13.657 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,14 persen menjadi 97,858 saat Amerika Serikat dilaporkan mencatatkan tahunan paling lambat dalam tiga tahun pada 2019. Selain itu, data pribadi melemah secara drastis, sehingga mengakhiri reli mata uang safe haven dari kekhawatiran terkait merosotnya akibat virus corona di China.

Indeks dolar AS telah meningkat 0,65 persen selama 2 pekan terakhir akibat investor menjual aset-aset berisiko. Akan tetapi, ketakutan terhadap wabah virus korona tetap ada, dengan Organisasi Dunia (WHO) menyatakan bahwa epidemi itu sebagai darurat masyarakat yang menjadi perhatian internasional, demikian seperti dilansir Antara.

Departemen Perdagangan AS melaporkan, ekonomi AS gagal mencapai target pertumbuhan pemerintah Trump sebesar 3 persen untuk tahun kedua berturut-turut lantaran kemerosotan dalam investasi bisnis semakin dalam di tengah ketegangan perdagangan. Adapun pertumbuhan belanja konsumen yang berkontribusi lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, melambat ke angka 1,8 persen usai naik pada level 3,2 persen di kuartal ketiga.

Sementara itu, menurut FedWatch CME Group, pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) merupakan faktor penting dalam kebijakan The Fed dan ekspektasi penurunan suku bunga acuan pada Maret 2020 meningkat dari 7,2 persen jadi 17,7 persen.

Menurut Analis Kapital Investama Alwi Assegaf, virus corona masih akan jadi sentimen yang memengaruhi gerak rupiah hari ini. Pasalnya, masih belum ada data ekonomi terbaru dalam negeri yang dapat menopang posisi rupiah. “Jadi untuk besok (hari ini) rupiah potensinya masih melemah dan sentimennya masih sama seperti hari ini, dari eksternal yaitu virus Corona,” jelas Alwi.

Ekonom Bank BCA David Sumual menambahkan, virus corona memang masih jadi sentimen yang menghantui rupiah. Oleh sebab itu, ia memprediksi hari ini rupiah cenderung bakal kembali melemah. “Minggu depan pasar akan menunggu rilis data inflasi Indonesia, inflasinya diperkirakan akan meningkat seiring cuaca buruk yang terjadi. Oleh sebab itu, bisa saja pada akhir pekan besok, pelaku sudah bersiap-siap mengantisipasi,” tandasnya.

Loading...