Wait And See Jelang Putusan The Fed, Rupiah Melemah 10 Poin di Pembukaan

Rupiah - www.merdeka.comRupiah - www.merdeka.com

Jakarta – Kurs mengawali pagi hari ini, Rabu (30/10), dengan pelemahan sebesar 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.045 per AS. Sebelumnya, Selasa (29/10), Garuda berakhir terdepresiasi 7 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.035 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau sedikit lebih rendah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun sebesar 0,07 persen menjadi 97,6919 lantaran para pelaku kini tengah menantikan hasil keputusan .

Seperti diketahui, pihak bank sentral Amerika Serikat saat ini sedang melakukan pertemuan kebijakan selama dua hari dan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada hari ini. Wall Street sendiri berharap agar keputusan nantinya dapat menopang ekonomi Amerika Serikat, dengan lebih lanjut melonggarkan batas kreditnya untuk pelaku pasar tahun 2019 ini. Berdasarkan FedWatch CME Group, para memperkirakan 97% The Fed akan kembali menurunkan acuannya nanti, demikian seperti dilansir Xinhua melalui Okezone.

Di sisi lain, rupiah melemah karena permintaan terhadap dolar AS di dalam negeri yang cenderung naik. “Karena jelang akhir bulan ini ada pembayaran utang luar negeri dan pembayaran dividen. Jadi permintaan terhadap dolar AS memang sedikit naik,” kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, seperti dilansir Kontan.

Josua menambahkan, posisi dolar AS sendiri masih cenderung tertekan karena pasar menantikan hasil FOMC meeting. Investor saat ini lebih memilih wait and see, sehingga pergerakan the Greenback pun kurang begitu optimal. Apalagi karena peluang The Fed untuk kembali memotong suku bunga acuannya semakin terbuka lebar setelah data ekonomi dan tenaga kerja AS yang dirilis pada pekan lalu kurang memuaskan.

Hal itu juga yang menurut Josua dapat menguntungkan bagi rupiah. Apalagi karena hari ini diperkirakan masih belum ada data ekonomi yang cukup signifikan yang mampu menunjang pergerakan rupiah di pasar spot.

Loading...