Rupiah Berhasil Rebound Berkat Sikap Dovish The Fed

Rupiah - merahputih.comRupiah - merahputih.com

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 87,5 poin ke posisi Rp14.455 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (30/7). Kemudian lanjut menguat 82,5 poin atau 0,57 persen menjadi Rp14.460/. Kemarin, Rabu (29/7), kurs Garuda berakhir terdepresiasi 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.543 per .

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau merosot ke level terendah dua tahun. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,44 persen ke angka 93,42 usai menginjak serendah 93,17, level terlemah sejak Juni 2018.

Pelemahan USD ini terjadi usai Federal Reserve mengulang janji untuk menggunakan “berbagai alat” yang dapat mendukung AS dan mempertahankan acuan mendekati nol selama itu dibutuhkan untuk pulih dari kejatuhan akibat pandemi virus corona (Covid-19). The Fed mengutip kekhawatiran terkait aktivitas ekonomi dan lapangan kerja yang masih jauh di bawah level mereka pada awal tahun.

“Ini jelas sedikit lebih berhati-hati dan dovish, dan pada dasarnya memberitahu pasar mereka tidak akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Dalam lingkungan di mana pasar membuang dolar, itu alasan lain untuk menurunkannya,” ujar Kathy Lien, direktur pelaksana di BK Asset Management di New York, seperti dilansir Antara.

Sementara itu, usai mengalami profit taking sesaat, rupiah diprediksi berpotensi untuk menguat di perdagangan hari ini. “Pendorong utama (pelemahan), kemungkinan karena aksi profit taking, karena rupiah sudah terapresiasi seminggu terakhir,” papar Ekonom Pefindo Fikri C Permana, seperti dikutip dari Kontan.

Rebound rupiah kemungkinan akan didukung oleh sentimen eksternal seperti minyak yang terus turun dengan meningkatnya suplai minyak dari Amerika Serikat dikhawatirkan dapat mendorong peningkatan lain. Terutama untuk yang menjadi barang ekspor utama Indonesia, seperti minyak sawit yang turun 3,66 persen dan juga penurunan batu bara.

Fikri pun melihat rupiah tetap berpeluang melemah. Tetapi, dengan credit default swap (CDS) yang menurun, serta optimisme dari pasar Surat Utang Negara (SUN) dan mengalirnya dana asing ke SUN diperkirakan dapat menjadi sentimen positif untuk rupiah. “Apalagi, indeks dolar masuk dalam tren menurun, sehingga jika profit taking mulai reda, harusnya besok (hari ini) rupiah akan terapresiasi kembali,” tandas Fikri.

Loading...