Stimulus AS Kemungkinan Bertambah, Rupiah Melaju 15 Poin di Pembukaan

rupiah - m.akurat.corupiah - m.akurat.co

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 15 poin atau 11 persen ke level Rp14.115 per dolar AS di awal pagi hari ini, Rabu (30/12). Sebelumnya, Selasa (29/12), mata uang Garuda ditutup terapresiasi 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.130 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,28 persen jadi 89,99. Kurs dolar AS bertahan tepat di atas level terendah dua setengah tahun di 89,72 yang dicapai pada 17 Desember 2020 lalu. Pelemahan dolar AS terjadi lantaran para pelaku sedang mempertimbangkan apakah kenaikan stimulus fiskal Amerika Serikat mungkin terjadi.

Pada Selasa (29/12), Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell menentang pertimbangan segera tentang tindakan untuk meningkatkan pembayaran bantuan langsung tunai Covid-19 menjadi 2.000 dolar AS. McConnell mengungkapkan bahwa Senat setidaknya akan membahas masalah itu.

“Ini benar-benar menunda yang tak terelakkan. Dengan berlakunya pemerintahan Biden, Anda akan memiliki ekspektasi bahwa kita akan melihat upaya lain untuk lebih banyak stimulus, dan itulah mengapa menurut saya dolar memangkas kerugiannya tetapi sangat terbatas,” ucap Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York, seperti dilansir Antara.

Rupiah sendiri dinilai berpeluang untuk menguat usai Amerika Serikat Donald Trump menandatangani undang-undang stimulus senilai USD2,4 triliun. Menurut Ahmad Mikail Zaini, Ekonom Samuel Sekuritas, rencana perubahan pengaturan anggaran stimulus dari USD600 jadi USD2.000 membuat rupiah berpotensi menguat. “Kalau setiap warga AS jadi menerima US$ 2.000 maka uang yang warga AS terima akan semakin banyak yang nasabah ritel disana berpotensi menggairahkan pasar modal,” jelas Mikail, seperti dilansir Kontan.

Di sisi lain, Analis Valbury Futures, Lukman Leong berpendapat bahwa pembahasan lebih detail terkait stimulus AS cenderung membuat dolar AS bergerak melemah. Sedangkan rupiah sendiri secara teknikal masuk pada level konsolidasi. “Penguatan rupiah terbatas karena jelang akhir tahun dan masuk masa konsolidasi,” tandasnya.

Loading...