Masih Diliputi Sentimen Positif dari Dalam Negeri, Rupiah Menguat di Pembukaan

Rupiah - www.kabarin.coRupiah - www.kabarin.co

– Kurs dibuka menguat sebesar 8,5 poin ke angka Rp14.271,5 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (3/6). Namun, beberapa saat kemudian berbalik melemah tipis 2,5 poin atau 0,02 persen ke Rp14.282,5/USD. Kemarin, Rabu (2/6), nilai tukar Garuda rupanya berakhir di level Rp14.280 per USD, sama seperti perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur gerak the terhadap enam mata uang utama terpantau hampir datar. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik tipis 0,001 persen menjadi 89,907, usai diperdagangkan pada kisaran angka 89,856 dan 90,247. Gerak dolar AS ini terjadi lantaran para tengah menunggu ketenagakerjaan akhir pekan untuk memberi gambaran yang lebih jelas tentang keadaan pemulihan ekonomi Amerika Serikat.

“Kami pada dasarnya bergerak di kisaran sempit, saya kira sampai data penggajian (payrolls) non pertanian,” ungkap Boris Schlossberg, direktur pelaksana valas di BK Asset Management, seperti dilansir Antara.

Pada laporan sebelumnya untuk April 2021 rupanya jauh lebih lemah dari ekspektasi, sehingga mengakibatkan dolar terperosok. Lalu awal pekan ini, data manufaktur AS menunjukkan bahwa sementara aktivitas melonjak karena permintaan yang terpendam di tengah pembukaan kembali dari penutupan Covid-19. “Ini pada dasarnya menunjukkan bahwa sejumlah besar perdagangan pemulihan telah diperhitungkan saat ini dan seluruh kurva pemulihan mungkin jauh lebih lambat daripada yang perkirakan orang,” imbuh Schlossberg.

Dari dalam negeri, Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail berpendapat jika gerak rupiah hari ini kemungkinan akan lebih baik. Terlebih karena rupiah sedang diliputi sentimen positif dari dalam negeri. “Rilis data ekonomi Indonesia terbaru menunjukkan catatan positif, seperti data PMI dan inflasi yang mengindikasikan sinyal pemulihan ekonomi terus berjalan. Hasil lelang SBSN hari ini juga baik, jadi ini membuat fundamental rupiah bagus sepanjang sisa pekan ini,” kata Ahmad, seperti dikutip Kontan.

Ahmad menambahkan, hari Kamis ini masih belum ada sentimen atau rilis data ekonomi yang dapat menggerakkan rupiah secara signifikan. Para investor masih akan bersikap wait and see jelang rilis data jobless claim AS yang baru dirilis akhir pekan nanti.

Loading...